Selasa, 19 Mei 2026

Opini

Paradigma Baru Pembelajaran PAI Berbasis Re-STEAM

Bukan yang terkuat yang menang, bukan yang terbesar yang bertahan, tapi yang mampu beradaptasilah yang akan keluar sebagai pemenang

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Erfiati, MA, Widyaiswara Ahli Madya pada Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, Pencetus pendekatan “Re-STEAM” 

Oleh Dr. Erfiati, MA, Widyaiswara Ahli Madya pada Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, Pencetus pendekatan “Re-STEAM”

Bukan yang terkuat yang menang, bukan yang terbesar yang bertahan, tapi yang mampu beradaptasilah yang akan keluar sebagai pemenang.(Charles Darwin)

Zaman terus berubah dan berkembang, dengan aneka permasalahan yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.

Model pembelajaran dan kurikulum pendidikan perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Kurikulum yang dibuat dan dirancang, terutama pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) mesti mampu beradaptasi dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Seperti diketahui, pembelajaran PAI selama ini sebatas pada pengajaran dalam bentuk simbol dan hafalan semata.

Pembelajaran PAI dilakukan secara stand alone (berdiri sendiri), konvensional, tidak terintegrasi dengan unsur sains, teknologi, engineering, seni, dan matematika.

Model begitu sudah ketinggalan zaman, tidak aplikatif serta menempatkan peserta didik sebagai robot pembelajar semata.

Diakui atau tidak, pembelajaran model tersebut tidak akan mampu merangsang daya nalar dan daya kritis peserta didik; tidak mampu mengubah paradigma berpikir siswa dari konseptual ke arah kontekstual; dan membuat peserta didik berjarak dengan realitas yang ada.

Tidak mengherankan jika mereka kemudian tergagap dengan lingkungan di mana mereka berada.

Baca juga: Bidang Pendidikan Agama Islam Kankemenag Seluruh Aceh Gelar Raker di Bireuen

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Agama Islam Bagi Anak

Perubahan paradigma PAI sangat penting dilakukan di mana pembelajaran PAI tidak boleh lagi berdiri sendiri, namun harus menjelma dalam setiap aspek kehidupan.

Pengajaran PAI harus dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan dan perkembangan zaman.

Agama Islam saat ini harus mampu mengapresiasikan sains ke dalam pendidikan agama, maupun sebaliknya.

Hal ini sejalan dengan semangat Islamisasi pendidikan yang sempat ngetren beberapa waktu sebelumnya.

Pengintegrasian sains dan teknologi sejalan dengan semangat pembelajaran yang berlandaskan pada konsep pendidikan karakter yang menjadi identitas suatu bangsa.

Pengurus Daerah Kabupaten dan Dewan Pengurus Cabang Kecamatan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Aceh Singkil 2020-2025 dilantik, Kamis (10/12/2020).
Pengurus Daerah Kabupaten dan Dewan Pengurus Cabang Kecamatan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Aceh Singkil 2020-2025 dilantik, Kamis (10/12/2020). (SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved