Opini
Paradigma Baru Pembelajaran PAI Berbasis Re-STEAM
Bukan yang terkuat yang menang, bukan yang terbesar yang bertahan, tapi yang mampu beradaptasilah yang akan keluar sebagai pemenang
Oleh Dr. Erfiati, MA, Widyaiswara Ahli Madya pada Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, Pencetus pendekatan “Re-STEAM”
Bukan yang terkuat yang menang, bukan yang terbesar yang bertahan, tapi yang mampu beradaptasilah yang akan keluar sebagai pemenang.(Charles Darwin)
Zaman terus berubah dan berkembang, dengan aneka permasalahan yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.
Model pembelajaran dan kurikulum pendidikan perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.
Kurikulum yang dibuat dan dirancang, terutama pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) mesti mampu beradaptasi dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Seperti diketahui, pembelajaran PAI selama ini sebatas pada pengajaran dalam bentuk simbol dan hafalan semata.
Pembelajaran PAI dilakukan secara stand alone (berdiri sendiri), konvensional, tidak terintegrasi dengan unsur sains, teknologi, engineering, seni, dan matematika.
Model begitu sudah ketinggalan zaman, tidak aplikatif serta menempatkan peserta didik sebagai robot pembelajar semata.
Diakui atau tidak, pembelajaran model tersebut tidak akan mampu merangsang daya nalar dan daya kritis peserta didik; tidak mampu mengubah paradigma berpikir siswa dari konseptual ke arah kontekstual; dan membuat peserta didik berjarak dengan realitas yang ada.
Tidak mengherankan jika mereka kemudian tergagap dengan lingkungan di mana mereka berada.
Baca juga: Bidang Pendidikan Agama Islam Kankemenag Seluruh Aceh Gelar Raker di Bireuen
Baca juga: Pentingnya Pendidikan Agama Islam Bagi Anak
Perubahan paradigma PAI sangat penting dilakukan di mana pembelajaran PAI tidak boleh lagi berdiri sendiri, namun harus menjelma dalam setiap aspek kehidupan.
Pengajaran PAI harus dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan dan perkembangan zaman.
Agama Islam saat ini harus mampu mengapresiasikan sains ke dalam pendidikan agama, maupun sebaliknya.
Hal ini sejalan dengan semangat Islamisasi pendidikan yang sempat ngetren beberapa waktu sebelumnya.
Pengintegrasian sains dan teknologi sejalan dengan semangat pembelajaran yang berlandaskan pada konsep pendidikan karakter yang menjadi identitas suatu bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/erfiati-ibu-tiga-anak-selesaikan-s3-uin-ar-raniry-03.jpg)