Jumat, 5 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Daya Tarik Rencong di Mata Gadis Betawi

Dengan mengangkat penelitian yang berlatar belakang sejarah Aceh, saya memulai perjalanan hingga sampai di ‘Tanah Aulia’ tersebut

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA, mantan peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Kampus Universitas BBG, melaporkan dari Jakarta 

OLEH MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA, mantan peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Kampus Universitas BBG, melaporkan dari Jakarta

9 Februari 2022 pukul 14.30 WIB merupakan hari yang terkenang bagi saya.

Saat itu, sebagian dari tanggung jawab sebagai mahasiswi telah terpenuhi.

Dengan mengangkat penelitian yang berlatar belakang sejarah Aceh, saya memulai perjalanan hingga sampai di ‘Tanah Aulia’ tersebut.

Sebuah perjalanan panjang yang awalnya saya bayangkan akan menemui banyak rintangan.

Setelah saya perlahan menjalaninya, membuat saya selalu terkenang dengan segala yang telah saya lakukan di Aceh.

Perjalanan tersebut dimulai dari akhir semester enam perkuliahan yang saya jalani.

Sebagai mahasiswi yang disiplin menjalankan tugas dan tanggung jawab, saya sudah mulai merancang untuk tugas akhir sebagai syarat untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu (S-1).

Dengan merancang jauh sebelum waktunya tentu dapat lebih memudahkan dalam pengerjaan dan penyelesaiannya, demikian hemat saya.

Baca juga: Merindukan Cita Rasa Kuliner Aceh di Betawi

Baca juga: Aceh dalam Kenangan Gadis Betawi

Inspirasi penelitian saya hadir setelah berkali-kali menonton film ‘Tjoet Nja’ Dhien’ yang diperankan Christine Hakim tahun 1988.

Sebagai film bergenre perang dan sejarah, film ini cukup memberikan gambaran mengenai kerasnya perlawanan yang dilakukan oleh istri Teuku Umar tersebut.

Inspirasi saya muncul tepat pada bagian awal dari film ini, saat Teuku Umar dan seluruh penduduk kampung harus mengungsi untuk melindungi diri dari pembantaian yang dilakukan pihak Belanda kala itu.

Hanya satu pesan Teuku Umar kala itu, “Didiklah anak-anak kalian.

Bacakan hikayat Prang Sabi dalam hidup mereka agar mereka menjadi anak-anak yang terdidik dan mendengarkan petuah dari orang-orang tua kita.

Silat jawara Betawi meramaikan grand opening Atjeh Coffee Premium
Silat jawara Betawi meramaikan grand opening Atjeh Coffee Premium (Serambinews.com)

Insyaallah, jika kami semua syahid, mereka akan bangkit bersama perjuangan kita di jalan Allah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved