Jurnalisme Warga

Aceh dalam Kenangan Gadis Betawi

MENDAPATKAN kesempatan ikut Program Pertukaran Mahasiswa bagi mahasiswa pada umumnya bukanlah perkara yang mudah

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Aceh dalam Kenangan Gadis Betawi
FOR SERAMBINEWS.COM
MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka yang mengambil Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas BBG, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka yang mengambil Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas BBG, melaporkan dari Banda Aceh

MENDAPATKAN kesempatan ikut Program Pertukaran Mahasiswa bagi mahasiswa pada umumnya bukanlah perkara yang mudah.

Serangkaian seleksi dengan jutaan mahasiswa lain di negeri ini membuat persaingan semakin ketat dan sengit.

Mereka yang terpilih tentu telah memenuhi sekian banyak kriteria yang telah ditetapkan oleh panitia pusat yang menyelenggarakan program ini.

Di antara kami yang terpilih, tak satu pun yang mengetahui sebelumnya akan ditempatkan di provinsi mana dan universitas apa.

Kami hanya dipersilakan memilih pulau tujuan kami saja.

Segala keputusan murni wewenang panitia pusat.

Ketika keputusan diumumkan melalui media massa milik panitia penyelenggara dan dikirimkan juga ke surat elektronik kami, semua merupakan kejutan.

Keberangkatan kami juga sempat terjadi penundaan akibat kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan.

Dengan segala puji dan syukur ke hadirat Ilahi, kami mendapat restu untuk berangkat hingga akhirnya menginjakkan kaki di Bumi Serambi Mekkah ini.

Dengan latar belakang sebagai mahasiswa pendidikan sejarah, saya secara bertahap telah mengelilingi tempat-tempat bersejarah di Kota Banda Aceh.

Mulai dari Museum Aceh dan Museum Tsunami di Banda Aceh hingga Museum Rumah Cut Nyak Dhien di Gampong Lampisang, Aceh Besar.

Program Pertukaran Mahasiswa yang mengantarkan kaki saya hingga ke provinsi paling ujung dari Pulau Sumatra juga turut mengantarkan saya berjumpa dengan berbagai tokoh inspiratif.

Membuka mata saya akan keadaan sebenarnya dari masyarakat Aceh, budaya, dan tradisinya, hingga ragam keunikan lainnya yang turut membuat saya takjub.

Sangatlah tepat jika masyarakat Aceh menyebut tanah mereka dengan sebutan ‘Tanoh Pusaka Indatu Moyang’.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved