Jurnalisme Warga
Daya Tarik Rencong di Mata Gadis Betawi
Dengan mengangkat penelitian yang berlatar belakang sejarah Aceh, saya memulai perjalanan hingga sampai di ‘Tanah Aulia’ tersebut

” Dialog ini yang mendorong saya untuk memulai perjalanan penelitian tugas akhir saya ke provinsi paling ujung Pulau Sumatra.
Untuk mendapat informasi lebih lanjut, saya mendatangi Anjungan Provinsi Aceh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang berlokasi di Jakarta Timur.
Sebuah tempat destinasi wisata yang dibangun oleh almarhumah Ibu Tien Soeharto yang terinspirasi dari kunjungan beliau ke Disneyland, Amerika Serikat.
Baca juga: Mendarat di Aceh, Menag Cicipi Makanan Khas Tanah Rencong, Thimpan
Baca juga: Andre Abubakar, Punggawa Tidore yang Betah di Tanah Rencong
Di anjungan itu saya tidak sengaja bertemu dengan Muhammad Taufik yang saat itu sedang berada di kantor pengelola anjungan.
Perbincangan kami membuahkan sebuah hasil berupa nomor kontak dari Kepala Museum Aceh, Bapak Mudha Farsyah.
Kemudian, saya diperkenalkan kepada rekan beliau, Muhammad Iqbal yang saat ini menjabat Kepala Perpustakaan Anjungan.
Perbincangan yang cukup panjang dengan beliau.
Hingga akhirnya, beliau memperkenankan saya untuk memiliki rencong yang telah dia miliki selama lebih dari 15 tahun.
“Datanglah kembali ke sini (anjungan), akan saya berikan rencong saya untukmu.
Rencong ini telah saya miliki sejak masa bujang.
Kini saya telah memiliki empat anak dan baru saya lepas rencong ini padamu.
Semoga sukses dengan penelitian yang kamu lakukan.
Baca juga: Cinderamata Rencong Batu Inovasi Poltas Masuk dalam Daftar Nominator Anugerah Pesona Indonesia 2020
Kamu orang Jakarta, tidak ada keturunan Aceh sedikit pun, tetapi berani melakukan penelitian tentang sejarah di Aceh dan bersedia untuk datang ke Aceh.
Saya bangga dengan semangatmu,” itulah ujaran beliau yang masih teringat hingga saat ini.
Kedatangan kedua saya yang selang beberapa minggu kemudian membuktikannya, rencong tersebut benar-benar dia bawa dan diserahkan kepada saya.