Berita Nasional
Harga Kedelai Terus Naik Perajin Tempe Mogok Produksi
Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin menyatakan, para perajin tahu dan tempe
Hal itu dilakukan sebagai pilihan terakhir karena kenaikan harga kedelai impor yang membanjiri pasaran tidak kunjung turun.
Sementara, Kementerian Perdagangan menyatakan harga kedelai naik karena mengikuti pasar internasional.
Kenaikan terjadi akibat ketidakpastian cuaca dan inflasi bahan makanan di AS, salah satu eksportir utama kedelai dunia.
Karena masalah tersebut, harga kedelai jadi naik.
Kemendag memperkirakan kenaikan kemungkinan terjadi sampai Mei 2022 ke level 15,79 dollar AS per bushel.
Harga itu kemungkinan baru turun pada Juli mendatang dan itu pun tak signifikan.
Menurut perkiraan Kemendag, harga hanya akan turun ke level 15,74 dollar AS per bushel di tingkat importir.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan kenaikan harga di level internasional itu berdampak ke Indonesia karena 80 persen kebutuhan kedelai di dalam negeri yang salah satunya untuk tahu tempe, didatangkan dari impor. (cnnindonesia)
Baca juga: Harga Kedelai Terus Melambung
Baca juga: Produsen Tempe Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Empat Kali dalam Satu Bulan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/harga-kacang-kedelai-naik-di-lambaro.jpg)