Opini
Lansia dan Omicron di Aceh
Jika belum terungkap pasien Omicron di Tanoh Endatu berarti pasien di Aceh masih mengalami Covid-19 varian asli wuhan atau Delta
Oleh Dr.Safrizal ZA, M.Si, Wakil Ketua Satgas Nasional Covid-19
Saya membaca berita di media online edisi 8 Februari 2022 tentang belum terdeteksinya Covid-19 varian Omicron di Aceh.
Jika belum terungkap pasien Omicron di Tanoh Endatu berarti pasien di Aceh masih mengalami Covid-19 varian asli wuhan atau Delta.
Padahal, tingkat mobilitas penduduk Aceh relatif tinggi yang terbang ke Jakarta atau berpergian ke provinsi tetangga Medan atau pun ke seluruhan pelosok negeri.
Saya patut menduga varian Omicron sudah menyapa penduduk di paling ujung barat dari Pulau Sumatera ini walau dalam tahap gejala awal atau ringan yang bisa dihadang oleh imunitas tubuh karena sudah divaksin dosis pertama dan kedua.
Pemerintahan Aceh selayaknya memang memiliki alat standar untuk mengetahui detail varian dengan Metode SGTF (S Gene Target Failure) sehingga lebih cepat mendeteksi kasus Omicron dan dari datanya bisa diambil berbagai kebijakan menghadapi serangan di Aceh.
Saya tidak bisa lepas dari ‘Tanoh Seuramoe Mekkah’ sebagai tanah kelahiran saya walau secara fisik saya berada di luar Aceh.
Namun secara jiwa, hati saya selalu terpaut ke tanah leluhur.
Ayah saya berusia 80 tahun dan ibunda berusia 76 tahun serta saudara-saudara lainnya menetap di Banda Aceh.
Sebagai anak, saya memantau kondisi mereka yang sudah masuk kelas lansia.
Pernah saya mengajak mereka ke Jakarta, namun tidak betah.
Mereka lebih nyaman di Aceh, punya rekan-rekan dan saudara yang masih bisa saling mengunjungi.
Baca juga: Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di Rumah Sakit: Lansia hingga Belum Divaksin
Baca juga: Cegah Omicron, Aparat Gabungan di Banda Aceh Lakukan Patroli Protkes
Dan tentu saja masih berpotensi tertular akibat anjangsana ini.
Potensi ini juga menyapa lansia lain yang harus menjadi kewajiban kita memproteksinya.
Dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Satgas Nasional Covid 19, saya menemukan data yakni sekitar 80-85 persen pasien Covid- 19 mengalami fatality/kematian yakni golongan lansia dan penderita komorbid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/drsafrizal-za-msi-wakil-ketua-satgas-nasional-covid-19.jpg)