Breaking News:

Kupi Beungoh

Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (II), Emosional atau Logiskah Alasan Putin?

Bagi Putin, rontoknya Uni Soviet pada awal tahun 90an hanya disebabkan oleh satu orang, yaitu Mikhail Gorbachev.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Ahmad Humam Hamid, Sosilog Aceh. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*)

BANYAK pengamat mengatakan alasan denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina sebagai alasan yang tersurat dari Putin.

Ada alasan tersirat yang sangat dalam yang menjadi sebuah serangkaian ungkapan “mantra” yang tak pernah bisa hilang, baik bagi Putin maupun bagi beberapa kalangan penganut “nasionalisme ekstrim” di Rusia.

Alasan itu adalah rontoknya negara besar “poros timur” global, Uni Soviet pada tahun 1991 di bawah Presiden Mikhail Gorbachev.

Pertikaian panjang antara “blok barat” yang dipimpin AS bersama sekutunya melawan Uni Soviet dan sekutunya semenjak pasca-Perang Dunia ke 2 akhirnya dimenangkan oleh AS, tanpa perang dan kekerasan.

Bagi Putin, rontoknya Uni Soviet pada awal tahun 90an hanya disebabkan oleh satu orang, Gorbachev, yang oleh Putin dianggap sebagai pribadi yang sangat lemah, dan tak dapat dimaafkan.

Bagi Putin, ia tidak mau tahu, dan tidak ada alasan apapun baginya kenapa Uni Soviet harus bubar.

Ketika Jerman Timur bergabung dengan Jerman Barat, Putin yang saat itu perwira muda komunis KGB yang ditempatkan di Dresden merasa sangat terpukul dan terhina.

Ia selamat dari kepungan massa demonstran di kantor Stassi- badan intelijen komunis Jerman Timur, dari warga Dresden yang sangat marah kepada Uni Soviet.

Seperti ditulis oleh wartawan kawakan Ben Judah dalam bukunya Fragile Empire (2013), Putin yang terkepung oleh massa, sambil menyelamatkan dokumen KGB menghubungi Moskow, namun Moskow tidak membalas.

Itu adalah titik nadir psikolog Putin bahwa Soviet lemah, sekarat, dan bahkan sedang mengalami fase akhir penyakit mematikan.

Kejadian itu melekat dalam ingatan Putin sampai kapanpun.

Ada banyak spekulasi yang mempertanyakan apakah pilihan Putin untuk menyerang Ukraina hari ini, didasari pada alasan logika ataukah hanya sekedar alasan emosi?

Baca juga: Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (I): Denazifikasi dan Demiliterisasi Ukraina

Baca juga: Telepon Putin, Presiden Perancis Sebut akan Ada yang Terburuk Terjadi di Ukraina

Putin Bukan Gorbachev

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved