Breaking News:

Kupi Beungoh

Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (I): Denazifikasi dan Demiliterisasi Ukraina

Tuduhan Putin kepada Ukraina adalah perlakuan rezim Kiev-baca Kyv-, ibukota Ukraina terhadap kawasan Donetsk dan Luhansk yang melakukan pemberontakan

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*)

INVASI Rusia ke Ukraina telah berjalan lebih dari satu minggu.

Bombardemen Rusia ke wilayah Ukraina berjalan dari semua sisi.

Mulai dari timur via Republik sempalan Donetsk dan Luhansk, dari Selatan, melalui wilayah caplokan beberapa tahun lalu, Crimea, dan dari arah utara, melewati perbatasan negara Belarus.

Korban sudah berjatuhan. Militer dari kedua pihak mengakui korban pasukan mereka, Rusia sekitar 500, dan sekitar 2000 lebih tentara Ukraina.

Sementara itu korban masyarakat sipil Ukraina telah melewati angka 2.000 orang.

Jumlah pengingsi Ukraina, terutama ke negara tetangga, Polandia, Hungaria, Slovakia, dan Romania diperkirakan telah mencapai antara setengah juta sampai satu juta orang dengan kecenderungan yang terus bertambah.

Perangkat perang, baik tank, helikopter, dan pesawat tempur pun telah berjatuhan.

Tak terhitung jumlah bangunan pemerintah dan sipil yang telah hancur berkeping akibat bombardemen yang begitu dahsyat.

Walaupun invasi Rusia ke Ukraina telah lama diprediksi, akan tetapi apapun tak bisa dilakukan ketika serbuan itu dimulai.

Yang terjadi setelahnya adalah ketegangan global, terutama dari AS dan sekutunya, khususnya negara anggota pakta pertahanan Atlantik Utara- NATO, Uni Eropa, berikut dengan sejumkah negara non-Eropa lainnya di seluruh dunia.

Dunia kini berada dalam sebuah situasi yang cukup menegangkan dalam sejarah, semenjak selesainya Perang Dunia ke II.

Ada dugaan, lambat atau cepat, AS dan sekutunya akan terseret ke dalam konflik itu, dan kalau itu terjadi, maka Perang Dunia Ketiga akan terjadi.

Jika terjadi perang besar itu, maka yang akan terjadi adalah perang nuklir yang sangat dahsyat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved