Breaking News
Kamis, 23 April 2026

Kupi Beungoh

Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XIII) - Ada Pekerjaan Kontraktor di Ukraina

Di Ukraina juga ada kontraktor yang tidak sangat serupa prinsipnya dengan di Aceh, dan bahkan pekerjaannya pun sangat berbeda.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Apa nama klasik pekerjaan seperti itu dan apa pula nama moderennya.

Pekerjaan itu nama klasiknya “mercenery” sering disebut dan dikenal dengan dengan serdadu bayaran.

Nama itu kini telah dihaluskan dan diberi nama dengan PMC-Private Military Company, yakni perusahan swasta jasa kemiliteran.

Jika serdadu bayaran lebih banyak berurusan dengan individu, PMC yang pekerjaannya juga sama, namun lebih canggih, karena bekerja atas dasar prinsip-prinsip korporasi moderen yang berfoksus pada kemiliteran.

Pekerjaan utama PMC adalah menerima kontrak atas nama perusahaan baik untuk membunuh target dari pemberi kontrak, ataupun jasa-jasa lain yang meyangkut dengan perang, intelijen, perlindungan, maupun berbagai pekerjaan lainnya yang terkait dengan keamanan dan kemiliteran.

PMC ini pertama kali diperkenalkan oleh dua orang perwira pensiun pasukan khusus komando udara Inggris- SAS, yakni David Stirling dan John Woodhouse (Crowell 2011) pada tahun 1965.

Dengan bendera perusahaan, WatchGuard International, perusahaan ini mendapat pekerjaan dari pemerintah Yaman, Iran, Zambia, dan Siera Lione di Afrika.

Awalnya bergerak di bidang pelatihan dan supply senjata, namun kemudian terlibat dalam upaya pembunuhan yang gagal terhadap presiden Libya Moammar Khadafi, pada tahun 1971.

Dalam perkembangan selanjutnya semakin banyak muncul perusahan jasa kemiliteran di berbagai tempat di dunia baik kecil maupun besar.

Berdasarkan ukuran besarnya perusahaan, empat negara menempati ranking tertinggi yakni Inggris, AS, Israel, dan Afrika Selatan.

Mereka melayani pelatihan, pengintaian udara, intelijen, operasi khusus, dan perang.

Sekalipun operasi PMC ini tersebar di seuruh dunia, dalam 30 tahun terakhir pusat operasi PMC lebih banyak terjadi di Afghanistan, Timur Tengah, dan kini di Ukraina.

Baca juga: Jenderal Rusia Tewas di Mauripol, Kremlin Cari Bala Bantuan Tentara Bayaran Asing

Baca juga: Muak dengan Sikap Barat, Rusia Beri Ancaman Paling Mengerikan kepada Tentara Bayaran di Ukraina

Hampir Semuanya Terkait AS dan Rusia

Hampir seluruh pertikaian dan perang di berbagai tempat di dunia hari ini selalu terkait dengan dua negara adikuasa- AS dan Rusia sangat sering berurusan dengan PMC.

Perkembangan terakhir di Ukraina mulai menunjukkan saling tuduh antarRusia di satu pihak dengan AS dan NATO di pihak yang lain.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved