Breaking News:

Usai Tipu Pasiennya, Dukun Wanita di Medan Malah Kena Tipu Lagi, Setor Uang ke OKP Agar Lolos PNS

MI berhasil menipu pasiennya dengan dalih bisa membantu masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Serambinews.com/ TRIBUN MEDAN/HO
MI, dukun wanita yang tipu pasiennya dan Ilustrasi dukun 

SERAMBINEWS.COM - Nasib sial menimpa seorang dukun wanita di Medan, Sumatera Utara.

Seorang dukun wanita di Medan, Sumatera Utara mengalami hal yang tidak pernah disangka sebelumnya.

Wanita berinisial MI itu kena tipu usai menipu seorang pasiennya.

MI berhasil menipu pasiennya dengan dalih bisa membantu masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS).

Usai berhasil menipu, MI malah ditipu oleh seorang oknum anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) bernama Budi.

"Sekarang orang ini sudah meninggal, atas nama Pak Budi. Saya ngurus lewat orang juga, saya minta tolong, namanya Pak Budi, orang Jalan Perintis," kata MI pada korbannya, sebagaimana yang dilihat Tribun-medan.com dari video yang diberikan korban, Senin (21/3/2022).

MI mengatakan, Budi mengaku kepada dirinya bisa meloloskan orang masuk kerja, termasuk menjadi PNS di instansi manapun.

"Jadi dialah (Budi) yang menawarkan kepada saya, kalau mau ngurus apapun bisa sama saya, katanya gitu, banyak pergaulan dia.

Waktu itu dia satgas PP. Dia sudah meninggal, jadi kalau gini kejadiannya apapun yang saya jelaskan tidak ada artinya lagi," sebutnya.

Baca juga: Pria Ini Tipu Perempuan Pencari Kerja, Pelaku Rudapaksa dan Rampok Korban di Tengah Sawah

Baca juga: Dandim Gadungan Tipu Empat Warga Tamiang, Bupati dan Kasat Reskrim Turut Dicatut

Baca juga: WP Diimbau Mengikuti Program Pengungkapan Sukarela

MI mengaku, uang korban semua diserahkan kepada Budi melalui dirinya.

  
Ia mengatakan, uang yang diminta Budi bervariasi, mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

"Dia kalau nelpon saya bilangkan sama orang ini, buk tolong ya. Ada saya terima uang, tiap ditelpon pak Budi, ada lima juta ada sepuluh juta juga," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan sempat menerima paling besar dari korban bernama Khaidir sebanyak Rp 35 juta.

Namun, ia tidak mengetahui berapa jumlah total yang sudah diterimanya dari para korban.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved