Rabu, 29 April 2026

Opini

Ayo Periksa TBC Sekarang

Negara kita, Indonesia masih menjadi negara dengan kasus tuberkulosis sangat tinggi di dunia, nomor tiga terbanyak setelah negara India dan China

Editor: bakri
IST
dr ASLINAR SpA M Biomed Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama dan Wakil Ketua IDAI Cabang Aceh 

Akan tetapi pada sebagian kasus lain, tidak seluruhnya dihancurkan.

Kuman yang tidak dihancurkan tersebut akan terus berkembang biak dan merusak sel yang diserangnya.

Kuman tersebut akan dibawa melalui kelenjar limfe sehingga menyebabkan pembengkakan (teraba pembesaran kelenjar di leher, sela paha seperti benjolan kecil).

Ada yang disebut infeksi laten TBC dimana kuman TBC ada di dalam tubuh kita, tetapi dikelilingi oleh sel pertahanan tubuh sehingga tidak menimbulkan penyakit.

Sedangkan bila sistem pertahanan tubuh tidak mampu melawan kuman TBC, maka menimbulkan gejala dan disebut sebagai sakit TBC.

Baca juga: Hari TBC Sedunia, Rutan Takengon Beri Penyuluhan & Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warga Binaan

Masa inkubasi (saat mulai masuk kuman sampai timbul gejala klinis) yaitu berkisar 4-8 minggu.

Gejala TBC pada pasien dewasa di antaranya: (1) batuk berdahak lebih dari 2 minggu, (2) mengalami sesak nafas, (3) berat badan menurun, dan (4) keringat di malam hari tanpa aktivitas.

Pada anak, gejala klinis TBC yaitu adanya keluhan demam berulang lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas.

Gejala lain berupa nafsu makan berkurang, batuk lama lebih dari 3 minggu, berat badan anak tidak bertambah malah cenderung turun walaupun dengan asupan gizi yang cukup dan anak tampak lesu, serta kurang aktif bermain.

Faktor yang terpenting kita mencurigai seorang anak menderita TBC adalah adanya kontak erat dengan penderita TBC dewasa.

Selain itu faktor risiko yang mempermudah terjadinya penyakit TBC pada anak yaitu usia balita dan remaja lebih tinggi berisiko sakit TBC, kondisi kekebalan tubuh yang menurun yaitu misal pada kondisi HIV, gizi buruk, dan sedang dalam terapi steroid jangka panjang.

Menegakkan diagnosis TBC yaitu berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan foto thorax, pemeriksaan sputum (dahak) , darah dan bila pada anak dilakukan terlebih dahulu uji Mantoux atau tes IGRA (Interferon Gamma Release Assays).

Obat untuk penderita TBC diberikan secara gratis baik di puskesmas maupun di rumah sakit, akan tetapi harus diminum secara teratur sesuai aturan dari dokter.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah dari kebal terhadap obat TBC.

Bila pengobatan TBC tidak dilakukan dengan tepat maka kuman mycobacterium tuberkulosis akan menjadi kebal terhadap pengobatan, dikenal dengan istilah Tuberculosis Multidrug Resistant (TB MDR) atau Tuberculosis Extensively- drug Resistant (TB XDR).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved