Berita Banda Aceh
Sekda Promosikan Kuliner dan Souvenir Aceh Kepada Peserta Muktamar IDI
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, melakukan promosi kuliner dan suvenir Aceh usai acara zikir dan doa bersama, di Gedung Serbaguna
BANDA ACEH - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, melakukan promosi kuliner dan suvenir Aceh usai acara zikir dan doa bersama, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur, Jumat (25/3/2022).
Promosi itu mendapat respon positif dari peserta Muktamar XXXI Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berlangsung di Banda Aceh.
Sekda Aceh sengaja mengajak perwakilan peserta Muktamar XXXI IDI untuk mengikuti zikir dan doa bersama.
Hal itu untuk menunjukkan kepada para peserta Muktamar IDI bahwa untuk mencegah Covid-19 selain melaksanakan program pencegahan dan vaksinasi, juga harus dibarengi zikir dan doa.
Pada kesempatan itu Taqwallah juga menyampaikan realisasi pelaksanaan vaksinasi dosis 1 dan 2 di sekolah, UPTD, dan SKPA di lingkup Pemerintah Aceh.
Sekda juga memaparkan pelaksanaan donor darah di seluruh SKPA, termasuk soal pelaksanaan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, agama, dan lainnya yang sedang berkembang di tengah masyarakat di Aceh.
Perwakilan peserta Muktamar IDI yang mengikuti zikir dan doa bersama sebanyak 34 orang, sebagai representasi 34 provinsi yang ada di Indonesia.
Ada 1.600 orang hadir dari Muktamar XXXI IDI yang berlangsung di Banda Aceh itu.
Baca juga: Lima Calon Ketua Umum IDI di Muktamar XXXI Minus dari Aceh
Baca juga: Muktamar IDI, Syech Fadhil Singgung tentang Pelayanan Kesehatan di Aceh
Di hadapan para tamu perwakilan seluruh provinsi itu, Sekda Taqwallah mengajak peserta Muktamar IDI untuk membeli berbagai suvenir khas Aceh.
“Tapi, bila ada yang membeli suvenir ‘Pintoe Aceh’ yang terbuat dari emas, jangan sekali-kali memberikannya kembali untuk kaum perempuan di Aceh.
Karena hal itu akan diartikan sebagai pinangan dan yang sudah beristri.
Bisa berbahaya,” ungkapnya penuh canda.
Mendengar hal itu, peserta Muktamar IDI yang ikut zikir dan doa itu tak sanggup menahan tawa.
Selain suvenir, tambah Taqwallah, Aceh juga punya kuliner yang sangat beragam.
Mulai dari ayam tangkap, ayam lepas, ayam penyet, sampai ayam pramugari juga ada.
“Kalau ingin tahu bedanya, sebelum pulang ke daerahnya masing-masing bisa dicicipi.
Setelah tahu bedanya, pasti Anda akan kembali ke Aceh untuk mencari masakan ayam tersebut bersama keluarga dan kerabat,” ujar Taqwallah.
Sementara Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Pusat, dr Selamet Budiarto yang hadir dalam acara itu mengatakan, Muktamar XXXI IDI di Banda Aceh memberikan pengalaman dan kesan yang istimewa.
Baca juga: Sekda Promosi Kuliner dan Suvenir Aceh ke Peserta Muktamar IDI
Dikatakan, sejak awal hadir di Aceh mereka sudah disambut hangat dari kalangan pejabat Pemerintah Aceh dan panitia lokal Muktamar IDI.
“Yang datang menyambut kami, bukan hanya dari kalangan dokter, tapi juga Pemerintah Aceh dan masyarakatnya sangat ramah dan santun,” tuturnya.
Aceh, kata dr Slamet, memiliki beragam budaya dan kuliner yang sangat banyak.
Destinasi wisata yang sangat beragam, indah dan cantik serta menyenangkan.
“Saya juga yakin, teman-teman peserta Muktamar IDI dari 34 provinsi yang hadir ke Aceh, merasakan kekhususan, keistimewaan dan kesenangan, dalama menikmati hidangan kuliner khas Aceh bersama suvenirnya,” tandasnya.
Peserta Muktamar Padati Sabang
Para Para peserta muktamar XXXI IDI sudah sekitar tiga hari berada di Banda Aceh, untuk mengikuti pertemuan organisasi tersebut.
Di sela-sela kegiatan, para peserta menyempatkan mengunjungi Sabang.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia Muktamar, dr Nasrul Musadir SpS.
Dikatakan, para peserta sudah mulai tiba di Banda Aceh sejak Senin (21/3/2022).
Sejak hari itu, para peserta memanfaatkan sela-sela muktamar untuk mengunjungi pulau paling barat Indonesia, Sabang.
Nasrul menjelaskan, jumlah dokter yang hadir dalam muktamar itu sebanyak 1.627 orang.
Namun karena ada yang membawa keluarga, maupun para pendamping, maka ia memperkirakan ada 2.000-an orang hadir ke Banda Aceh.
“Jadi dari peserta yang hadir, ada juga yang balik langsung, tapi sebagian besar berwisata dulu ke sabang, ada yang sudah berangkat dulu, ada yang sudah pergi nanti (hari ini) setelah mukmatar selesai,” ujarnya. (her/mun)
Baca juga: Presiden Buka Muktamar IDI di Banda Aceh
Baca juga: Sekda Lepas Konvoi Kendaraan Rombongan Muktamar IDI XXXI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisata-7e733.jpg)