Ramadhan 2022

Hilal di Bawah 3 Derajat, Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 3 April

Keputusan itu diambil setelah hilal penentuan awal Ramadhan tidak terlihat di langit Indonesia hingga matahari terbenam

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ HENDRI ABIK
Pantauan hilal oleh Tim Falakiyah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh, di Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (1/4/2022). 

* Sebagian Warga Aceh Mulai Berpuasa

BANDA ACEH - Pemerintah sudah menetapkan bahwa awal puasa Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu (3/4/2022).

Keputusan itu diambil setelah hilal penentuan awal Ramadhan tidak terlihat di langit Indonesia hingga matahari terbenam.

Di Aceh, pemantauan hilal dilakukan oleh Tim Falakiyah Kemenag Aceh bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blangbintang, Aceh Besar, di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh, di Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (1/4/2022).

Pejabat dan warga melihat hilal bulan di Arab Saudi pada Jumat (1/4/2022) sore, pertanda 1 Ramadhan jatuh Sabtu (2/4/2022).
Pejabat dan warga melihat hilal bulan di Arab Saudi pada Jumat (1/4/2022) sore, pertanda 1 Ramadhan jatuh Sabtu (2/4/2022). (Twitter)

Amatan Serambi, pemantauan hilal turut disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg, bersama tim falakiyah dari lantai dua gedung observatorium.

Di sana disiapkan tiga teleskop.

Pengamatan hilal awal puasa Ramadhan dilakukan dengan teleskop disaat posisi matahari di 275,71 derajat dari utara searah jarum jam atau pukul 18.46 WIB.

Namun hingga matahari terbenam, hilal tidak terlihat di langit Lhoknga meskipun cuaca cerah.

Baca juga: Arab Saudi Mulai Puasa Ramadhan

Baca juga: Arab Saudi Tutup Kembali Umrah Mulai 4 April 2022, Warga Jeddah Sambut Gembira Ramadhan

Pantauan yang sama juga dilakukan di Tugu 0 KM di Kota Sabang, Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas di Lhokseumawe, Pantai Lhokgeulumpang di Setia Bakti Aceh Jaya, POB Suak Geudubang di Aceh Barat, dan di Pantai Nancala di Teupah Barat Kabupaten Simeulue.

Penyebab tidak terlihatnya hilal karena posisi matahari, sesuai kriteria pengamatan hilal berada di bawah 3 derajat atau usia bulan yang masih cukup muda.

"Dengan tidak terlihat hilal dipastikan awal Ramadhan jatuh pada 3 April 2022," kata Iqbal.

Berdasarkan kriterianya, hilal baru bisa terlihat dengan teleskop apabila ketinggian matahari di atas 3 derajat.

Sedangkan jika dilihat dengan mata telanjang, posisi matahari di atas ketinggian 5 derajat dengan catatan sudut antara bulan dengan matahari lebih 6 derajat.

Iqbal menjelaskan, sejak awal tim falakiyah sudah memperkirakan bahwa pada tanggal 1 April 2022 hilal tidak terlihat.

"Kalau kita lihat cuaca lumayan cerah, tapi dari prediksi awal itu memang tidak terlihat," ungkapnya.

Tidak hanya di Aceh, tambah Iqbal, dari laporan seluruh Indonesia menyampaikan hilal juga tidak terlihat.

Secara nasional, total lokasi pemantauan hilal ada 101 lokasi, yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Sementara Ahli Falakiyah Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, menyebutkan bahwa kemarin ketinggian hilal sekita 2,07 derajat di atas ufuk (garis laut) dengan sudut elongasi (sudut yang dibentuk antara bulan dengan matahari) itu sekitar 3,45 derajat.

"Jadi posisinya sekitar 2 derajat ke sebelah selatan matahari.

Baca juga: Arab Saudi Gelar Festival Malam Ramadhan, Pukul 10 Malam Sampai 2 Pagi, 1 Ramadhan 2 April 2022

Kalau posisi matahari 274, posisi hilal di angka 272.

Secara konsep, hilal di atas 2 derajat susah untuk dilihat bahkan belum ada citra atau gambar satupun yang bisa membuktikan hilal pada angka 2 derajat," ujarnya.

Awal Ramadhan

Terpisah, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Minggu, 3 April 2022.

Keputusan ini didapat setelah Kemenag menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadhan 1443 Hpada Jumat (1/4/2022).

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, hilal tidak terlihat di 101 lokasi pemantauan.

"Secara mufakat 1 Ramadhan jatuh pada Ahad, 3 April 2022.

Ini hasil sidang isbat yang disepakati bersama," ujar Yaqut.

Dengan demikian, mulai Minggu (3/4/2022) lusa, umat Islam di Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa.

Baca juga: Hilal Terlihat, Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadhan pada Sabtu 2 April 2022

Sementara Sabtu (2/4/2022) besok malam, umat Islam sudah dapat menggelar shalat Tarawih baik di rumah maupun di masjid.

Muhammadiyah

Berbeda halnya dengan Muhammadiyah yang mulai berpuasa pada Sabtu (2/4/2022) hari ini.

Hal ini sesuai dengan keputusan yang tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2022.

Dalam maklumat tersebut, disebutkan bahwa penetapan 1 Ramadhan 1442 H/2021 berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Karena itu, sebagian masyarakat Aceh yang tergabung dalam warga persyarikatan Muhammadiyah, sejak tadi malam mulai melaksanakan shalat Tarawih, dan akan berpuasa 1 Ramadhan 1443 Hijriah pada Sabtu besok.

"Iya malam ini sudah mulai tarawih," kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Banda Aceh saat dijumpai Masjid At Taqwa, Banda Aceh, Jumat (1/4/2022) malam, sebagaimana diberitakan kantor berita Antara.

Masjid AT Taqwa dipadati ratusan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan.

Terlihat juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR Aceh Safaruddin beserta sejumlah tokoh Muhammadiyah lain.

Setelah melaksanakan shalat Isya, langsung dilanjutkan dengan khutbah dan kemudian shalat tarawih.

Selain di Masjid At Taqwa, shalat tarawih juga mulai dilaksanakan di masjid Muhammadiyah lain seperti kawasan Blower dan Masjid Jakfar Hanafiah Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh.

Hormati Perbedaan

Dalam kaitan itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg, mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan 1443 Hijriah.

"Walaupun dari sejak awal perbedaan penetapan sudah muncul, namun kita harap, walaupun ada perbedaan tidak menjadi jurang pemisah persaudaraan antara sesama umat Islam dan tidak menjadi benih perpecahan antara umat Islam," katanya.

Kalaupun ada perbedaan, sambung Iqbal, tentu itu ada hikmahnya.

"Kalaupun ada perbedaan kita tetap saling menghargai dan menghormati sehingga umat Islam dalam menjalankan ibadah yang mulia ini bisa menjalankan dengan aman," pesannya.(mas/tribunnews.com/ant)

Baca juga: Ramadhan 2022 Mulai Lusa, Ini Makanan Ampuh Cegah Naiknya Asam Lambung Saat Puasa

Baca juga: Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadhan pada Sabtu 2 April 2022, Bagaimana Penghitungannya?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved