Minggu, 7 Juni 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Media Asing Sorot Rencana RI Beli Minyak Rusia

Reuters menerbitkan tulisan di situs web mereka berjudul ‘Indonesia's Pertamina considers buying crude from Russia–CEO’

Tayang:
Editor: bakri
Cem Ozdel/Anadolu Agency/Getty
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu (tengah) menyampaikan pidato di depan delegasi Rusia dan Ukraina di Istana Dolmabahce, Istanbul, Turki, Selasa (29/3/2022) 

JAKARTA - Rencana PT Pertamina membeli minyak mentah dari Rusia disorot media asing.

Salah satu yang melakukannya, yakni Reuters, kantor berita terbesar di dunia yang berkantor pusat di London, Inggris.

Pada Senin (28/3/2022), Reuters menerbitkan tulisan di situs web mereka berjudul ‘Indonesia's Pertamina considers buying crude from Russia–CEO’.

Dalam berita tersebut, mereka menyoroti bagaimana PT Pertamina sedang mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah dari Rusia, karena sedang mencari minyak untuk kilang yang baru direnovasi.

Perundingan Rusia dan Ukraina yang difasilitasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul pada hari pertama, Selasa (29/3/2022).
Perundingan Rusia dan Ukraina yang difasilitasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul pada hari pertama, Selasa (29/3/2022). (Anadolu Agency)

Keterangan itu merujuk pada perkataan CEO atau Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati yang disampaikan pada Senin.

Berbicara pada dengar pendapat DPR RI, Nicke menyebut, di tengah ketegangan geopolitik saat ini, Pertamina melihat kesempatan untuk membeli minyak mentah dari Rusia dengan harga yang baik.

Dia mengacu pada invasi Rusia ke Ukraina.

"Secara politik tidak ada masalah selama perusahaan yang kita tangani tidak terkena sanksi.

Kita juga sudah membicarakan pengaturan pembayaran, yang mungkin melalui India," kata Nicke kepada anggota parlemen, diberitakan Reuters.

Baca juga: Ramzan Kadyrov Dipromosikan Jadi Letnan Jenderal Militer Rusia, Langsung Berangkat ke Mariupol

Baca juga: Ratusan Tentara Rusia Membelot ke Ukraina, Bentuk Resimen Baru untuk Lawan Vladimir Putin

Indonesia memegang kursi kepresidenan G20 tahun ini dan mengatakan akan tetap netral di tengah konflik Rusia-Ukraina, yang telah memicu krisis kemanusiaan dan geopolitik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Pemerintah Indonesia telah menyuarakan keprihatinan tentang invasi tetapi tidak sampai mengutuknya.

Rusia mengatakan tindakannya ke Ukraina sebagai operasi militer khusus.

Disebutkan oleh Reuters, Nicke saat itu menyebut Pertamina sedang berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri dan bank sentral Indonesia mengenai rencana tersebut dan telah mendekati beberapa penjual Rusia untuk membeli minyak mentah untuk pengujian di kilang Pertamina.

Menurut Nicke, Pertamina menargetkan dapat menyelesaikan pembenahan kilang Balongan pada Mei 2022, yang akan memungkinkan fasilitas untuk memproses semua jenis minyak mentah.

“Hingga saat ini baru bisa mengolah minyak mentah dengan kandungan sulfur rendah, dan ini mahal,” ujarnya.

Upgrade kilang Balongan akan menambah kapasitas 25.000 barel per hari (bph) pada tahun ini dari kapasitas saat ini sekitar 125.000 bph.

Tak berhenti di situ, pada Kamis (31/3/2022), Reuters kembali menerbitkan artikel yang menyinggung rencana Indonesia membeli minyak mentah dari Rusia.

Kali ini Reuters mengungkapkan hal tersebut ketika membuat daftar negara mana saja yang masih membeli minyak mentah dari Rusia, dalam artikel berjudul ‘Factbox: Who is still buying Russian crude oil’.

Lewat artikel tersebut, ditegaskan lagi bahwa PT Pertamina dari Indonesia sedang mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah dari Rusia karena mencari minyak untuk kilang yang baru dirubah.

Baca juga: Penasihat Presiden Rusia Vladimir Putin Takut Laporkan Kondisi Nyata Perang di Ukraina

Baca juga: Tentara Rusia Akui Rudapaksa Gadis Ukraina Berusia 16 Tahun di Tengah Peperangan

Artikel itu mulanya mengungkap bahwa Australia, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat (AS) telah memberlakukan larangan langsung atas pembelian minyak Rusia setelah invasi Moskwa ke Ukraina, tetapi Uni Eropa tetap terpecah.

Banyak pembeli di Eropa telah menghindari minyak mentah Rusia secara sukarela untuk menghindari kerusakan reputasi atau kemungkinan kesulitan hukum.

Sementara itu, India dan China, yang menolak mengutuk tindakan Rusia, terus membeli minyak mentah Rusia.

Terpikat oleh diskon tajam menyusul sanksi Barat terhadap entitas Rusia, India dikatakan telah membeli setidaknya 13 juta barel minyak mentah Rusia sejak negara itu menginvasi Ukraina pada akhir Februari.

Setelah memberikan gambaran itu, Reuters baru memperlihatkan negara mana saja yang masih membeli minyak mentah dari Rusia.

Selain Pertamina dari Indonesia, Reuters juga menyebut beberapa perusahaan dari negara lain yang masuk ke daftar itu.

Misalnya, Neftochim Burgas, sebuah kilang di Bulgaria yang dimiliki oleh Lukoil Rusia (LKOH.MM).

Minyak mentah Rusia disebut menyumbang sekitar 60 persen dari asupan minyak mentah di Neftochim Burgas.(kompas.com)

Baca juga: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy Pecat 2 Jenderal karena Dianggap sebagai Pengkhianat

Baca juga: Rusia Umumkan Gencatan Senjata di Mariupol, Ukraina Siapkan 45 Bus untuk Evakuasi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved