Berita Banda Aceh

Sijudo Lokasi Lahan untuk Mantan Kombatan, Wali Nanggroe Kunjungi Kampung Perkebunan Sungai Iyu

Guna merealisasi distribusi lahan untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Bupati Aceh Timur, BPN Aceh dan Kantor Pertanahan Aceh Timur

Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Wakil Ketua KPA, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak didampingi rombongan KPA lainnya menyerahkan dokumen nama-nama eks kombatan GAM kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Jalil untuk disertifikasi sebagai penerima kebun sebagaimana perjanjian MoU Helsinki, dalam pertemuan di Ruang Wakil Ketua MPR RI, H Ahmad Muzani Gedung Nusantara III, Kamis (24/3/2022). 

BANDA ACEH - Guna merealisasi distribusi lahan untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Bupati Aceh Timur, BPN Aceh dan Kantor Pertanahan Aceh Timur melakukan pementaan lahan.

“Hasil pemetaan itu kemudian dilaporkan kepada Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar,” kata Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M Nasir Syamaun, Jumat (1/4/2022).

M Nasir menambahkan, laporan itu seperti disampaikan pada pertemuan dengan Wali Nanggroe pada Selasa (29/2/2022), di Aula Ballroom Hotel Grand Royal, Idi Rayeuk, Aceh Timur.

M Nasir Syamaun
M Nasir Syamaun (FOR SERAMBINEWS.COM)

Hadir pada pertemuan itu antara lain Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib atau akrab disapa Rocky, Kepala BPN Aceh, Dr Mazwar SH MHum, Kepala Kantor Pertanahan Aceh Timur, M Taufik, Ketua BRA, Azhari SIP, Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas, dan Staf Khusus Wali Nanggroe, DR M Raviq.

Dari pertemuan tersebut, diketahui bahwa lokasi lahan yang nantinya akan didisribusikan kepada para mantan kombatan GAM berada di Gampong Sijudo, Kecamatan Bidadari, Aceh Timur.

Menanggapi pertemuan tersebut, Wali Nanggroe meminta agar program tersebut harus secepatnya diproses untuk segera dibagikan.

Rencananya pada hari itu Wali Nanggroe beserta rombongan akan turun langsung meninjau lokasi lahan.

Namun, karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, rencana itu urung dilaksanakan.

Baca juga: 3.000 Eks Kombatan akan Terima Kebun, KPA Serahkan Nama-nama ke Menteri ATR

Baca juga: Pidie Jaya Berdayakan Ekonomi Kombatan

“Nanti akan jadwalkan ulang untuk tinjau langsung ke lokasi,” kata Wali Nanggroe.

Seperti diketahui, sebanyak 3000 mantan kombatan GAM akan mendapakan kebun siap pakai dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Abu Bakar atau Abu Razak, dengan Wakil Ketua MPR RI, H Ahmad Muzani, dan Menteri lalu di Jakarta.

itu, Abu Razak mangatakan, Menteri Agraria telah sepakat untuk mengalokasikan lahan bagi 3000 mantan kombatan GAM yang lokasinya berada di Aceh Timur.

Sebelumnya, juga telah dilakukan pertemuan dengan Ahmad Muzani yang langsung dihadiri oleh Ketua KPA Pusat, H Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem.

Saat ini, realisasi lahan terus diupayakan, tidak hanya untuk mantan kombatan GAM, tapi juga kepada masyarakat korban konflik dan Tapol/Napol sesuai perintah MoU Helsinki.

WALI Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar membawa asa baru bagi warga Kampung Perkebunan Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang yang hingga kini tengah memperjuangkan teritorial desa mereka dari klaim perusahaan perkebunan.

Datok Penghulu Perkebunan Sungai Iyu, Ramlan mengatakan, kedatangan Wali Nanggroe pada Selasa (29/3/2022) lalu sangat berarti bagi warga yang tengah memperjuangkan haknya.

Bahkan, hari itu merupakan sebuah kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh warga kampung tersebut.

Warga setempat yang menyambut Wali Nanggroe dengan suka cita ini khusus menyampaikan keluh kesah terkait wilayah permukiman mereka yang masih bersengketa dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT RPL.

Baca juga: Tiga Ribu Eks Kombatan akan Terima Kebun, KPA Serahkan Nama ke Menteri ATR

"Kedatangan Wali Nanggroe sebuah kehormatan terbesar dan menjadi sejarah bagi segenap warga kami dan menjadikan momentum tersebut untuk menyampaikan keluh-kesah dan kondisi tidak berpihak yang selama ini dialami warga," ujar Ramlan.

Wali Nanggroe menyampaikan bahwa pertemuan dengan masyarakat dan perangkat Kampung Perkebunan Sungai Iyu merupakan hal yang positif.

Pihaknya akan mencari tahu sejarah berdirinya kampung tersebut terlebih dahulu.

"Kami akan kumpulkan semua bukti dan nanti akan ada pertemuan lanjutan.

Diharapkan adanya kerjasama yang baik dari semua pihak, sehingga persoalan ini dapat terselesaikan dengan baik," kata Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon mengutip pernyataan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar.

Ketua KPA Wilayah Teuming Muhammad Nadir menilai kedatangan Wali Nanggroe ke lahan sengketa PT RPL tersebut sebagai langkah awal untuk menginput data terkait sejarah kampung. (rel/ran/ant)

Baca juga: Sedia Lahan untuk Eks Kombatan GAM, Bupati Pidie Jaya Terima Anugerah Serambi Awards Tahun 2022

Baca juga: Ini Pengakuan Pelaku Penembakan Eks Kombatan GAM

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved