Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Shalat Tarawih dan Shalat Malam (5)

Pada kesempatan ini, sebagai rangkaian terakhir dari tulisan tentang shalat malam (Tarawih), penulis akan menguraikan beberapa hal

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof Dr Al Yasa’ Abubakar MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry 

Oleh Prof Dr Al Yasa’ Abubakar MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry

Pada kesempatan ini, sebagai rangkaian terakhir dari tulisan tentang shalat malam ( Tarawih), penulis akan menguraikan beberapa hal tentang shalat Tarawih setelah Rasulullah wafat.

Dalam sebuah hadis yang dituturkan Aisyah dan dirawikan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan an-Nasa’i disebutkan, Rasulullah pada bulan Ramadhan pernah mengerjakan shalat malam di masjid, lalu banyak jamaah yang mengikutinya.

Pada malam berikutnya lebih banyak lagi orang yang ikut menjadi makmum.

Suasana shalat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (2/4/2022) malam, di mana ribuan jamaah shalat dalam guyuran hujan.
Suasana shalat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (2/4/2022) malam, di mana ribuan jamaah shalat dalam guyuran hujan. (FOR SERAMBINEWS.COM)

Pada malam ketiga, para Sahabat menunggu Nabi untuk shalat malam berjamaah, tapi beliau tidak datang ke masjid.

Besoknya beliau bersabda, saya tahu apa yang kalian kerjakan semalam.

Sebetulnya tidak ada yang mengahalangi saya untuk shalat bersama kalian.

Tapi saya khawatir shalat ini akan diwajibkan atas kalian (dianggap wajib oleh kalian).

Dalam kisah lain, Abdurahman bin `Abdul Qari’ menuturkan bahwa dia pada suatu malam di bulan Ramadhan pernah datang ke Masjid bersama Khalifah Umar bin al-khaththab.

Baca juga: Shalat Tarawih dan Shalat Malam (2)

Baca juga: Shalat Tarawih dan Shalat Malam (3)

Mereka melihat orang-orang menunaikan shalat Tarawih secara terpencar-pencar.

Ada yang menunaikannya sendiri-sendiri, dan ada yang berjamaah tetapi hanya dengan beberapa orang makmum.

Lalu, Umar berkata, sekiranya semua orang ini saya perintahkan untuk shalat hanya dengan satu jamaah (satu imam) tentu akan lebih baik.

Pada akhirnya beliau perintahkan agar mereka yang di masjid membentuk satu jamaah saja dangan imam Ubay bin Ka`ab.

Beberapa waktu setelah itu, Umar datang lagi dan dia melihat semuanya shalat dengan satu imam (hanya ada satu jamaah).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved