Opini
Pola Makan Sehat Saat Puasa
MARHABAN Yaa Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan yang dinanti-nanti umat muslim di seluruh dunia setiap tahunnya
OLEH SRI MULYATI MUKHTAR SKM MKM, Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Madya pada RSU Cut Meutia Aceh Utara/ PERSAGI Cabang Aceh Utara
MARHABAN Yaa Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan yang dinanti-nanti umat muslim di seluruh dunia setiap tahunnya.
Kemeriahan Ramadhan selalu menyisakan kehangatan dan sukacita mendalam, karena pada bulan ini Allah akan melipatgandakan pahala setiap kebaikan dan mengampuni segala dosa dengan beribadah kepada- Nya.
Salah satu ibadah utama yang wajib dikerjakan di bulan Ramadhan ini adalah puasa, mulai dari sahur hingga berbuka terdapat keutamaan- keutamaan yang sayang kalau dilewatkan.
Berpuasa selama Ramadhan diketahui memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan tubuh.
Bahkan di negaranegara maju, puasa dijadikan salah satu terapi (fasting therapy) untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif.
Puasa adalah pendekatan non farmakologis yang baik untuk peningkatan kesehatan di antaranya menjaga kadar glukosa darah, menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat), menjaga tekanan darah, penurunan berat badan, detoksifikasi, peningkatan kadar endorfin, regenerasi sel imun dan berbagai penyakit lainnya.
Lazim terjadi persepsi salah dimasyarakat, saat puasa dijadikan sebagai momentum untuk memperoleh berat badan ideal bahkan bisa sembuh dari berbagai penyakit, semisal kadar gula darah akan normal, sementara pola makan yang dijalankan tidak tepat.
Mereka makan secara berlebih-lebihan beranggapan tidak masalah karena sedang berpuasa.
Pada kondisi ini alih-alih menurunkan berat badan bahkan diperparah dengan kolesterol dan gula darah juga meningkat.
Sejatinya saatsaat puasa Ramadhan merupakan waktu tepat untuk ‘nge-refresh‘ pola makan.
Baca juga: Begini Pola Makan Sehat Ala Rasulullah, Termasuk Gemar Minum Susu hingga Makan Buah
Baca juga: Tips Merawat Rambut Agar Sehat, Cantik dan Berkilau, Atur Pola Makan hingga Jangan Sering Keramas
Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan gizi bagi tubuh dari konsumsi selama ini.
Setelah berpuasa selama lebih kurang 14 jam secara otomatis organ-organ tubuh pun ikut beristirahat.
Tanpa kita sadari tubuh secara alamiah melakukan detoksifikasi atau membuang racun yang menumpuk di dalam tubuh, misalnya zat-zat adiktif dalam makanan sejenis pengawet makanan yang sudah terlanjur masuk dalam tubuh.
Alhasil setelah menjalani ibadah puasa fungsi organ-organ tubuh menjadi lebih baik, kadar gula darah menurun pada penderita diabetes, tekanan darah juga menurun pada penderita hipertensi, dan pastinya diikuti kesembuhan penyakit lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sri-mulyati-mukhtar-skm-mkm-promotor-keseha.jpg)