Opini
Pola Makan Sehat Saat Puasa
MARHABAN Yaa Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan yang dinanti-nanti umat muslim di seluruh dunia setiap tahunnya
Permasalahan lain muncul terkait menu puasa dikarenakan masyarakat sering mengambil jalan pintas dalam menjaga kesehatan.
Dibandingkan harus menyusun rencana menu makanan dan memasak di dapur sendiri, mereka lebih suka membeli makanan olahan yang kaya pengawet dan belum tentu memenuhi keseimbangan gizi yang dibutuhkan tubuh.
Imbasnya, memicu kegemukan dan berbagai penyakit.
Belum lagi selama puasa pada sebagian orang memberi doping pada diri sendiri dengan suplemen dan multivitamin dari pada makanan sehat, padahal tubuh tidak bisa dikarbit.
Vitamin dan mineral bisa diperoleh dari makanan lokal alami yang tersedia disekitar kita.
Multivitamin hanya bermanfaat bagi mereka yang terbukti kurang gizi atau mengalami defisiensi.
Kalau berat badan normal dan makan cukup, maka mengonsumsi multivitamin hanya pemborosan dan berpotensi menyebabkan kelebihan vitamin yang berbahaya bagi kesehatan.
Puasa yang benar adalah yang memenuhi kaidah agama dan kesehatan.
Antara lain tampak dalam perilaku makan dan minum pada saat buka dan sahur.
Menyegerakan berbuka puasa saat azan magrib tiba, serta menunda sahur hingga mendekati waktu imsak, merupakan strategi puasa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Kementerian Kesehatan sendiri telah meluncurkan ‘Isi Piringku’ dalam penyusunan makanan.
Isi Piringku menggambarkan porsi makan dalam satu piring yang terdiri dari 50 % buah dan sayur, 50 % sisanya terdiri atas karbohidrat dan protein.
Isi Piringku lebih menekankan tak hanya pada jenis makanan saja tetapi membatasi gula, garam dan lemak.
Selama puasa makanan yang kita makan harus tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang, agar tetap terpenuhi kebutuhan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral).
Berikut pola makan sehat saat puasa: Pertama, Makanan pembuka (takjil) sebesar 10 %.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sri-mulyati-mukhtar-skm-mkm-promotor-keseha.jpg)