Opini
Aceh Butuh Museum Keislaman
SEJAK tahun 2021 lalu, Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan penulis selaku Wali Kota Banda Aceh merencanakan akan membangun museum sejarah
Mulai dari mata uang, meriam kesultanan, bangunan-bangunan bersejarah seperti masjid dan lain sebagainya.
Islam masuk Aceh M Junus Jamil dalam bukunya Gerak Kebangkitan Aceh menyebutkan bahwa pada tahun 173 Hijriah (800 M) tibalah kapal saudagar Islam ke Bandar Perlak yang datang dari Teluk Kambey (Gujarat).
Ajaran Islam yang dibawa oleh rombongan Nakhuda Khalifah mendapat perhatian dan sambutan yang baik oleh putra-putri Perlak.
Maka tidak sampai setengah abad, umat Islam Perlak yang telah mempunyai keturunan Islam dari perkawinan campuran antara rakyat/penduduk asli dengan keturunan Arab, Persia dan Muslim India telah sanggup mendirikan Kerajaan Islam di Negeri Perlak.
Sultan pertama yang terpilih bernama Saiyid Maulana Abdul-Aziz Syah (peranakan Arab Quraisy dengan putri Meurah Perlak), bergelar Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul-Aziz Syah.
Dari sanalah cikal-bakal perkembangan Islam di Aceh.
Seperti diketahui, Aceh memiliki banyak kerajaan Islam.
Di antara sekian banyak kerajaan Islam tersebut, ada 3 (tiga) kerajaan Islam terbesar yang sangat berpengaruh yaitu Kerajaan Islam Perlak, Kerajaan Samudra Pasai dan Kerajaan Aceh Darussalam.
Hal inilah mengapa Aceh dianggap perlu untuk memiliki sebuah Museum Keislaman, agar perjalanan masuknya Islam ke Aceh hingga puncak kejayaannya serta penyebaran ke seluruh nusantara dapat tergambar dengan baik.
Peninggalan-peninggalan keislaman mulai dari situs, temuan dan juga barangbarang sisa kerajaan Islam dahulu bisa disimpan diabadikan sebagai edukasi maupun tolak ukur perubahan Aceh dari masa ke masa.
Peninggalan Sejarah Islam dari masa masuknya Islam hingga sekarang, tentunya banyak sekali peninggalan Islam yang ada.
Baik dari masa Kerajaan Perlak, Kerajaan Samudra Pasai, Kerajaan Aceh Darussalam, Kerajaan Pedir, Bireuen dan lain sebagainya.
Peninggalan tersebut bisa berupa barang atau pun bangunan.
Di Banda Aceh sendiri yang merupakan wilayah Kerajaan Aceh Darussalam memiliki setidaknya 68 situs yang sudah terdokumentasikan.
Peninggalan tersebut di antaranya Mesjid Raya Baiturrahman, Meriam Kesultanan Aceh, Pinto Khop, Makam dan Nisan serta banyak lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/H-Aminullah-Usman-SE-Ak-MM-Wali-Kota-Banda-Aceh.jpg)