Berita Jakarta
Penyaluran Elpiji dan BBM Dievaluasi, BRIN: Harus Dikomunikasikan dengan Baik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah melakukan berbagai evaluasi penyaluran bahan bakar minyak
"Kemudian yang kedua, eksternal, kita juga harus bisa mengimbau OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries/organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi) untuk bisa menambah kuota produksinya," pungkas Arifin.
Peneliti Ahli Ekonomi Pusat Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mexensius Tri Sambodo mengatakan, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, termasuk BBM bersubsidi, dinilai sebagai pilihan tepat.
Jika harga BBM tidak disesuaikan, maka beban subsidi yang ditanggung pemerintah akan semakin bengkak bahkan tidak bisa dikendalikan lagi seiring dengan kenaikan harga minyak global.
Maxensius melanjutkan, konsumsi BBM bersubsidi dalam negeri menunjukkan tren peningkatan, seiring membaiknya perekonomian.
Padahal di sisi lain produksi minyak tidak meningkat.
Untuk mengisi kekurangan tersebut, kemudian BBM harus diimpor sehingga berdampak ke APBN.
“Ini harusnya direm seperti dengan menaikkan pajak kendaraan dan menaikan harga BBM,” katanya dalam sebuah diskusi virtual.
Diungkapkan, subsidi energi, termasuk listrik, benefit-nya bisa meredam inflasi, kemiskinan, pengangguran.
Namun besaran subsidi itu memang harus dipertimbangkan.
"Kembali kepada setiap satu rupiah yang digunakan itu berimplikasi ke keadilan.
Kita lihat enggak efek itu,” ungkap dia.
Maxensius menyarankan pemerintah untuk memberbaiki strategi komunikasi tentang harga minyak dan dampak yang ditimbulkannya, serta menyampaikannya dengan berbasis pada data.
Komunikasi diperlukan untuk memberikan informasi mengenai besarnya subsidi yang ditanggung pemerintah dan beban badan usaha akibat kenaikan harga minyak yang tidak diikuti penyesuaian harga BBM dan elpiji.
“Komunikasi yang dibangun harus bisa menujukkan setiap rupiah konsekuensi dari kenaikan harga minyak.
Mudah-mudahan melalui literasi yang baik, kita bisa mengubah perilaku masyarakat.
Ini subsidi sayang uangnya,” kata Maxensius.(kompas.com)
Baca juga: Protes Kenaikan Harga BBM dan Elpiji, Massa Kepung Gedung DPRK Aceh Barat
Baca juga: Anggota DPR RI, Rafli Minta Pertamina Respons Cepat Terkait Mahalnya Elpiji 3 Kg Dijual di Pulo Aceh