Salam
Dukung Palestina dan Selamatkan Al Aqsa
Indonesia bersama beberapa negara lain mengecam keras aksi kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa
Indonesia bersama beberapa negara lain mengecam keras aksi kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa yang melukai sekitar 160 orang serta hampir 500 warga Palestina ditangkap.
Indonesia berjanji memanfaatkan berbagai forum seperti Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk mendorong solidaritas internasional terhadap persoalan yang dihadapi bangsa Palestina.
"Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan.
Apalagi dilakukan di tempat ibadah Masjid Al Aqsa di bulan suci Ramadhan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, yang mengeaskan bahwa “Indonesia masih tetap mendukung soluasi dua negara untuk mewujudkan negara Palestina merdeka dan berdaulat.
” Serangan di yang dilancarkan ke umat muslim Palestina yang sedang beribadah puasa itu dinilai banyak kalangan Islam sebagai tindakan biadab.
Bahkan, penyerangan dimaksud membuktikan secara kasat mata bahwa otoritas Isreal memang tidak akan pernah menghentikan spirit imperialisnya.
"Tindakan brutal dan pengecut ini tidak saja bertentangan dengan prinsip prinsip kemanusiaan yang harus dijaga kedaulatannya, akan tetapi sekaligus merendahkan agama.
Al Quds adalah tempat suci dan terhormat bagi tiga agama besar; Islam, Kristen, dan Yahudi.
Itu artinya, tiga agama ini telah dihinakan sikap militer,” kata seorang ulama.
Penyerangan brutal yang dilakukan militer Israel sebagai kebodohan dan kesalahan fatal yang merusak suasana ibadah puasa umat Islam di bulan Ramadhan ini.
Baca juga: Bentrokan Kembali Pecah dengan Polisi Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa, 17 Warga Palestina Terluka
Baca juga: Kecam Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, Bella Hadid: Berapa Banyak Wanita dan Anak-Anak Dibunuh
Selama bulan suci Ramadhan ini, tindakan militer dan kelompok Yahudi ekstrim Israel yang tidak manusiawi semakin memperkeruh suasana politik di Palestina.
Muncul desakan kepada negara negara besar seperti Amerika untuk segera mengambil inisiatif mengingatkan Israel agar menghentikan tindakan tindakan biadab.
“Di bawah kepeminpin Joe Biden, Amerika berpeluang besar untuk menekan Israel.
Ini kesempatan Amerika,” kata seorang pengamat politik luar negeri.
Langkah empati dan konstruktif juga bisa dilakukan negara negara Uni Eropa dan lain lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Umat-muslim-Palestina-berunjuk-rasa-seusai-shalat-Jumat.jpg)