Rabu, 22 April 2026

Jurnalisme Warga

Drama Tari Kolosal “Poma” Meriahkan Pembukaan MTR Ke-21

MUSABAQAH Tunas Ramdahan (MTR) Gerakan Pramuka Tingkat Provinsi Aceh Ke-21 dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Daerah Pramuka Aceh

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
M. ZUBAIR, S.H., M.H., ASN Pemkab Bireuen, melaporkan dari Bireuen 

Namun, demi masa depan yang lebih baik sang ibu pun merelakan keberangkatan kedua putra-putrinya dengan harapan akan segera pulang untuk bisa berkumpul bersama lagi.

Semenjak keberangkatan putra-putrinya sang ibu pun semakin renta dan terus menunggu dan menunggu kepulangan ananda tercinta dengan penuh harap.

Dalam kesunyian dan kesedihan sebatang kara di gubuk tua sang ibu pun digoda dan diejek oleh satu dua warga usil yang tidak punya perasaan dengan selalu mengatakan tidak usah memikirkan lagi anaknya karena mereka telah berhasil dan kaya raya di luar sana, mana mungkin akan ingat lagi pada ibunya yang sudah renta tak berdaya.

Dan banyak cemoohan lainnya yang membuat sang ibu bertambah sedih.

Pada sesi penampilan hujatan dan kesedihan sang ibu tersebut penonton pun terbawa perasaan, bahkan mata ibu-ibu yang ikut hadir menyaksikan pergelaran seni drama malam itu terlihat berkaca-kaca karena ikut larut dalam perasaan sedih terhipnotis peran yang ditampilkan pemeran drama.

Narasi-narasi yang cukup menggugah yang dilantunkan sang sutradara Novianti mampu membuat para penonton larut dalam kesedihan.

Namun, pada ending cerita yang menyedihkan tersebut timbul rasa bahagia, karena tiba-tiba datang seorang perempuan muda mengabari kepada sang ibu yang penuh harap bahwa anak-anaknya yang telah lama merantau kini pulang, kembali ke kampung halaman.

Beberapa saat kemudian setelah kabar itu diterima sang ibu, ananda-ananda tercintanya hadir di depannya bersimpuh di kaki ibunda tercinta memohon maaf.

Cerita tersebut menggambarkan bahwa doa-doa tulus seorang ibu kepada anakanaknya tidak terhijab dan langsung diterima oleh Allah Swt.

Dengan demikian, dapat dipahami doa orang tua akan selalu mengiringi perjalanan hidup anaknya asal anak-anaknya juga selalu menjalankan dan menjauhi larangan Allah.

Di sini juga memperlihatkan kepada kita betapa dahsyatnya doa orang tua karena bisa diterima langsung oleh Yang Mahakuasa, maka oleh sebab itu sangat patut kita menghormati dan manjaga serta membalas budi orang tua.

Tidak salah kalau saya katakan bahwa dengan momentum MTR ini dapat meningkatkan keimananan kita dan lebih rajin membaca Al-Qur’an sebagai penerang di alam kubur dan juga pahalanya dapat tersampaikan kepada orang tua kita baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang ke rahmatullah.

Sesai pembukaan MTR malam itu terdengar pembicaraan sesama pengunjung bahwa pembukaan MTR kali ini cukup bagus dan belum pernah dilakukan sebelumnya sesemarak yang dilaksanakan di Bireuen ini.

Pada arena pembukaan MTR tersebut juga dibuka bazar yang bisa dimanfaatkan oleh semua pengunjung, terutama untuk membeli penganan berbuka puasa.

Sementara fenomena lainnya yaitu disediakan takjil berbuka puasa bagi peserta musabaqah oleh pemerintah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen sehingga peserta tidak repot-repot untuk mencari bekal berbuka puasa sendiri.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved