KUPI BEUNGOH
Arsitek Transformasi UIN Ar-Raniry: Kepemimpinan Visioner dan Harmonis Prof Mujiburrahman
Kepemimpinan Prof Mujiburrahman selama periode 2022-2026 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh layak dibaca sebagai fase transformasi institusional
Oleh: Dr. Muhammad Rizki, M.Pd*)
Dalam lanskap pendidikan tinggi Islam di Indonesia, menghadirkan perubahan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bukanlah perkara sederhana.
Banyak perguruan tinggi memiliki visi besar, tetapi tidak semuanya mampu menerjemahkannya menjadi capaian konkret dalam waktu relatif singkat.
Dalam konteks ini, kepemimpinan Prof Mujiburrahman selama periode 2022-2026 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh layak dibaca sebagai fase transformasi institusional yang progresif, sistematis, dan berdampak luas.
Sebagai alumni pascasarjana yang menempuh pendidikan magister dan doktoral di kampus ini, saya menyaksikan secara langsung dinamika perubahan tersebut.
Baca juga: Profil Mujiburrahman: Langkah Sunyi di Balik Transformasi UIN Ar-Raniry
Baca juga: Prof Mujiburrahman Mendaftar Kembali Jadi Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030
Transformasi yang terjadi bukan sekadar narasi administratif, melainkan realitas empiris yang dirasakan oleh seluruh sivitas akademika.
Kepemimpinan Prof Mujiburrahman tidak hanya bersifat struktural, tetapi strategis, visioner, serta mampu membangun harmoni sebagai fondasi utama penguatan institusi.
Pengakuan Nasional
Salah satu capaian paling monumental adalah keberhasilan UIN Ar-Raniry meraih predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT pada Oktober 2023.
Dalam perspektif akademik, capaian ini bukan sekadar status administratif, melainkan pengakuan nasional atas kualitas tata kelola, sistem penjaminan mutu, dan kekuatan akademik kampus.
Predikat ini juga menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai salah satu PTKIN yang mampu memenuhi standar kriteria 9 dalam waktu relatif singkat.
Ini menunjukkan bahwa arah kepemimpinan yang dibangun telah tepat sasaran dan berbasis perencanaan yang matang.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Tetapkan 4 Bakal Calon Rektor Periode 2026-2030
Lebih dari itu, peningkatan jumlah program studi berakreditasi unggul menjadi indikator bahwa transformasi tidak berhenti pada level institusi, tetapi menjangkau ruang akademik yang menjadi jantung perguruan tinggi.
Kebijakan yang diambil tidak bersifat elitis, melainkan inklusif dan menyentuh langsung unit-unit akademik.
Hal ini memperlihatkan kemampuan kepemimpinan dalam menggerakkan seluruh elemen kampus secara kolektif, menjadikan perubahan sebagai gerakan bersama, bukan sekadar agenda pimpinan.
Di bidang riset, lonjakan capaian UIN Ar-Raniry juga patut diapresiasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Muhammad-Rizki-MPd.jpg)