Kupi Beungoh
Pak Harun, China, dan ‘Penguasa Baru’ Dunia
Jika kita melihat kembali data pada pertengahan 1990-an pada saat Pak Harun memprediksi China akan mengusai dunia.
*) Oleh: Prof Mailizar
MINGGU ini saya sedang mengikuti program Match Making Research Interest bersama peneliti dari East China Normal University (ECNU) Beijing, salah satu perguruan tinggi terbaik di bidang pendidikan di China.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program EQUITY. Kunjungan saya ke China kali ini adalah yang keempat, namun tetap saja setiap kali menginjakkan kaki di negeri ini, saya selalu terkesan dengan laju kemajuan teknologinya yang begitu pesat.
Di ECNU, salah satu agenda utama yang kami bahas adalah rencana riset kolaboratif terkait integrasi AI dalam pendidikan tinggi.
Diskusi ini terasa sangat relevan, mengingat China sedang bergerak masif mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam sistem pendidikannya.
Bagi saya, pertemuan ini bukan sekadar kolaborasi akademik biasa, ia adalah titik temu antara dua dunia: semangat riset pendidikan dan gelombang revolusi teknologi yang sedang menggulung dunia.
Kunjungan ini menghidupkan kembali kenangan saya tentang sosok Pak Harun, guru sejarah saya ketika bersekolah di sebuah madrasah ibtidaiyah di Aceh Barat pada pertengahan tahun 1990-an.
Almarhum Pak Harun adalah seorang guru senior yang saat itu sebenarnya sudah pensiun tetapi tetap mengajar di kelas kami.
Ketika beliau mengajar sejarah, rasanya bukan sekadar bercerita tentang peristiwa masa lalu, beliau seolah-olah menghadirkan sejarah itu langsung ke dalam ruang kelas.
Cara beliau menuturkan perang dunia pertama dan kedua, jatuh bangunnya sebuah bangsa, hingga naik turunnya kekaisaran-kekaisaran besar dunia, selalu membuat kami terpukau.
Namun satu hal yang paling membekas di ingatan saya hingga hari ini adalah sebuah kalimat yang pernah beliau ucapkan dengan penuh keyakinan: "Suatu saat nanti, kalian akan menyaksikan China yang akan menguasai dunia."
Kalimat itu terasa asing, bahkan mungkin terdengar mustahil apalagi bagi anak-anak seusia kami kala itu. Lebih 30 tahun kemudian, saya berdiri di Beijing dan menyaksikan dengan sendiri bagaimana prediksi Pak Harun itu perlahan-lahan menjadi kenyataan.
Energi, Kekuasaan, dan Pola Sejarah
Pak Harun pernah mengajarkan kami bahwa sejarah memiliki pola. Dan salah satu pola paling konsisten dalam sejarah peradaban adalah ini: penguasa dunia selalu menguasai sumber energi dominan zamannya. Kerajaan Inggris menjadi adidaya global karena menguasai batu bara dan teknologi uap di era Revolusi Industri.
Amerika Serikat mengambil alih tampuk kekuasaan dunia di abad ke-20 dengan mengendalikan hegemoni minyak bumi, terutama melalui pengaruhnya atas cadangan minyak di Timur Tengah.
Kekuasaan energi, dalam hal ini, bukan sekadar soal kepemilikan sumber daya, melainkan kemampuan menerjemahkannya menjadi teknologi, industri, dan standar global yang mengatur tatanan dunia. Dan kini, dunia tengah memasuki babak baru: era transisi energi dan teknologi, sebuah babak yang menghadirkan pemain dominan baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-Mailizar-SPd-MPd.jpg)