Rabu, 22 April 2026

Jurnalisme Warga

Drama Tari Kolosal “Poma” Meriahkan Pembukaan MTR Ke-21

MUSABAQAH Tunas Ramdahan (MTR) Gerakan Pramuka Tingkat Provinsi Aceh Ke-21 dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Daerah Pramuka Aceh

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
M. ZUBAIR, S.H., M.H., ASN Pemkab Bireuen, melaporkan dari Bireuen 

OLEH M. ZUBAIR, S.H., M.H., ASN Pemkab Bireuen, melaporkan dari Bireuen

MUSABAQAH Tunas Ramdahan (MTR) Gerakan Pramuka Tingkat Provinsi Aceh Ke-21 dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Daerah Pramuka Aceh, Cut Bang Muzakkir Manaf, di lokasi ruang terbuka hijau (RTH) (eks Stadion Cot Gapu) Bireuen, Jumat (15/4/2022) malam.

MTR yang berlangsung 15-19 April 2022 ini diikuti 22 kontingen Pramuka dari kabupaten/kota di Aceh minus kontingen Kabupaten Gayo Lues yang tak dapat hadir pada event bergengsi tersebut.

Sebelum pembukaan pada Jumat malam lalu pukul 22.00 WIB, sore harinya pukul 16.30 WIB dilaksanakan pawai taaruf.

Semua kontingen berjalan kaki beriringan dalam barisan masing-masing daerah dari Masjid Agung Sulthan Jeumpa menuju Pendopo Bupati Bireuen.

Adapun peserta dari 22 kontingen mencapai 672 orang, ditambah dengan pendamping masing-masing daerah sehingga totalnya 780 orang.

Para peserta dan pendamping serta official lainnya dan juga sejumlah bupati/ wali kota atau wakil bupati/ wakil wali kota yang hadir ke Bireuen ikut dijamu buka puasa bersama di Pendopo Bupati Bireuen.

Para peserta dan pendamping serta undangan lainnya seusai buka puasa bersama di pendopo bupati dilanjutkan dengan shalat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di Musala Al-Mujahirin pendopo setempat.

Seusai Tarawih rombongan bergerak menuju ruang terbuka hijau di samping Kantor Pusat Pemkab Bireuen.

Lapangan terbuka hijau yang telah ditata rapi dengan panggung utama yang mewah dan tribun untuk tamu undangan VIP ditambah lampu kelap-kelip dengan sound system yang cukup bagus membuat suasana lokasi pembukaan MTR cukup semarak.

Baca juga: Seluruh Cabang Lomba MTR Masuk Babak Final

Baca juga: Peserta Kwarcab Pramuka Pidie Mohon Doa, Ini Peserta Tampil di MTR Bireuen 17 April 2022

Agenda pertama acara pembukaan MTR Pramuka tersebut diawali dengan penampilan drama kolosal “Poma” produksi Sanggar Seni Rangkang Sastra Bireuen pimpinan Bupati Bireuen, Dr Muzakkar A Gani SH, MSi dan penulis naskah serta sutradaranya Novianti MR.

Drama yang mengilustrasikan kesetiaan dan kasih sayang seorang ibu (poma) kepada anak-anaknya yang selalu diiringi dengan doa yang tulus untuk keberhasilan dan keberkahan bagi putra-putrinya.

Drama yang dilakoni dengan perasaan mendalam sebagaimana kenyataan kehidupan seorang perempuan desa membesarkan anakanaknya sehingga berhasil, membuat para hadirin yang menyaksikannya terkesima dan hanyut dalam perasaan sedih dan haru.

Di mana saat penampilan seorang ibu menimang bayi mungil dengan penuh kasih sayang di sebuah desa dengan kehidupan serbakekurangan, tapi sang ibu berhasil mendidik dan mampu membawa putranya diterima berkerja di sebuah perusahaan besar di luar daerah dan seorang putrinya memperoleh beasiswa untuk dapat kuliah di universitas terkemuka di salah satu kota besar.

Saat mendengar kabar bahagia kedua buah hatinya berhasil menggapai cita-citanya dan harus berangkat ke luar daerah, sang ibu tua renta itu pun dirundung rasa sedih yang mendalam karena harus berpisah dengan kedua buah hatinya yang sangat ia cintai.

Namun, demi masa depan yang lebih baik sang ibu pun merelakan keberangkatan kedua putra-putrinya dengan harapan akan segera pulang untuk bisa berkumpul bersama lagi.

Semenjak keberangkatan putra-putrinya sang ibu pun semakin renta dan terus menunggu dan menunggu kepulangan ananda tercinta dengan penuh harap.

Dalam kesunyian dan kesedihan sebatang kara di gubuk tua sang ibu pun digoda dan diejek oleh satu dua warga usil yang tidak punya perasaan dengan selalu mengatakan tidak usah memikirkan lagi anaknya karena mereka telah berhasil dan kaya raya di luar sana, mana mungkin akan ingat lagi pada ibunya yang sudah renta tak berdaya.

Dan banyak cemoohan lainnya yang membuat sang ibu bertambah sedih.

Pada sesi penampilan hujatan dan kesedihan sang ibu tersebut penonton pun terbawa perasaan, bahkan mata ibu-ibu yang ikut hadir menyaksikan pergelaran seni drama malam itu terlihat berkaca-kaca karena ikut larut dalam perasaan sedih terhipnotis peran yang ditampilkan pemeran drama.

Narasi-narasi yang cukup menggugah yang dilantunkan sang sutradara Novianti mampu membuat para penonton larut dalam kesedihan.

Namun, pada ending cerita yang menyedihkan tersebut timbul rasa bahagia, karena tiba-tiba datang seorang perempuan muda mengabari kepada sang ibu yang penuh harap bahwa anak-anaknya yang telah lama merantau kini pulang, kembali ke kampung halaman.

Beberapa saat kemudian setelah kabar itu diterima sang ibu, ananda-ananda tercintanya hadir di depannya bersimpuh di kaki ibunda tercinta memohon maaf.

Cerita tersebut menggambarkan bahwa doa-doa tulus seorang ibu kepada anakanaknya tidak terhijab dan langsung diterima oleh Allah Swt.

Dengan demikian, dapat dipahami doa orang tua akan selalu mengiringi perjalanan hidup anaknya asal anak-anaknya juga selalu menjalankan dan menjauhi larangan Allah.

Di sini juga memperlihatkan kepada kita betapa dahsyatnya doa orang tua karena bisa diterima langsung oleh Yang Mahakuasa, maka oleh sebab itu sangat patut kita menghormati dan manjaga serta membalas budi orang tua.

Tidak salah kalau saya katakan bahwa dengan momentum MTR ini dapat meningkatkan keimananan kita dan lebih rajin membaca Al-Qur’an sebagai penerang di alam kubur dan juga pahalanya dapat tersampaikan kepada orang tua kita baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang ke rahmatullah.

Sesai pembukaan MTR malam itu terdengar pembicaraan sesama pengunjung bahwa pembukaan MTR kali ini cukup bagus dan belum pernah dilakukan sebelumnya sesemarak yang dilaksanakan di Bireuen ini.

Pada arena pembukaan MTR tersebut juga dibuka bazar yang bisa dimanfaatkan oleh semua pengunjung, terutama untuk membeli penganan berbuka puasa.

Sementara fenomena lainnya yaitu disediakan takjil berbuka puasa bagi peserta musabaqah oleh pemerintah kecamatan dalam Kabupaten Bireuen sehingga peserta tidak repot-repot untuk mencari bekal berbuka puasa sendiri.

Hal ini menjadi catatan yang sangat baik bagi panitia dari provinsi dan menyanjung Pemkab Bireuen dalam penyambutan semua peserta dan tamu pada kegiatan MTR tersebut.

Pelakasanaan MTR di Bireuen tahun ini dinilai sangat tepat karena Bireuen sudah dideklarasikan sebagai Kota Santri.

Jadi, dengan adanya MTR dalam bulan suci Ramadhan ini akan lebih memperkuat citra Bireuen sebagai Kota Santri dalam rangka menciptakan masyarakat yang beriman dan bertakwa, serta berilmu pengetahuan dan menguasai teknologi.

Untuk memantapkan kedua sisi tersebut maka meningkatkan minat baca Al- Qur’an dan pemahamannya diupayakan melalui musabaqah bagi remaja seperti MTR tersebut dan meningkatkan ilmu pengetahuan khususnya bidang teknologi informasi diupayakan melalui pelatihan digital bagi para santri sebagaimana yang sedang giat-giatnya dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bireuen saat ini.

Baca juga: Ramadhan dan Pelatihan Pengawasan

Baca juga: 6 Peserta Musabaqah Tunas Ramadhan di Bireuen Dapat Hadiah Umrah, Ini Nama-nama dan Asalnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved