Kamis, 7 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman

Namun, persepsi itu perlahan berubah ketika saya mengenal, meski dari kejauhan, figur Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani. 

Tayang:
Editor: Subur Dani
for serambinews
Kolase foto penulis Kupi Beungoh Abdul Razak, S.TP (Mantan Ketua Umum Badko HMI Aceh 2018-2020) dengan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani. 

Oleh: Abdul Razak, S.TP*)

Dalam ingatan kolektif saya sebagai seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sosok polisi kerap dipersepsikan secara berjarak—sebagai representasi negara yang hadir dengan kewenangan, tetapi tidak selalu dengan kehangatan. 

Namun, persepsi itu perlahan berubah ketika saya mengenal, meski dari kejauhan, figur Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani

Ia bukan sekadar aparat penegak hukum. Ia adalah simbol kemungkinan baru: polisi masa depan yang menjaga bukan hanya dengan kekuatan, tetapi dengan ilmu pengetahuan, keteladanan moral, dan pendekatan kemanusiaan.

Saya harus jujur sejak awal—saya bukan orang yang dekat secara personal dengannya. Bahkan, besar kemungkinan beliau tidak mengenal saya. 

Baca juga: Dedy Tabrani, Putra Aceh yang Kini Pimpin BNNP Aceh, Pernah Jadi Sorotan Saat Bom Sarinah

Namun, dalam tradisi intelektual HMI, menilai seseorang tidak harus melalui kedekatan, melainkan melalui gagasan, rekam jejak, dan dampaknya bagi masyarakat. 

Figur yang Tepat

Dan dari semua itu, Dedy Tabrani hadir sebagai figur yang layak mendapat dukungan moral.

Hari ini, ia berdiri di garda terdepan dalam perang melawan narkoba. Sebuah medan tempur yang tidak kalah kompleks dibandingkan dengan operasi militer atau penindakan terorisme. 

Aceh, tanah yang kita cintai, sejak lama berada dalam bayang-bayang sebagai jalur masuk narkoba internasional. 

Baca juga: Kombes Dedy Tabrani Dilantik Jadi Kepala BNNP Aceh, Pernah Jadi Kapolsek Menteng

Bahkan stigma sebagai “daerah ganja” masih melekat kuat, menjadi luka sosial yang belum sepenuhnya sembuh. 

Dalam konteks inilah, kehadiran Dedy bukan sekadar sebagai aparat, tetapi sebagai pejuang peradaban.
Melawan narkoba di Aceh bukan hanya soal penindakan hukum.

Ia adalah perang nilai, perang budaya, dan perang masa depan generasi. 

Di titik ini, pendekatan Dedy menjadi menarik sekaligus relevan. Ia tidak hanya mengandalkan instrumen hukum, tetapi juga membangun basis perlawanan dari akar masyarakat. 

Agama Sebagai Pondasi

Salah satu inisiatifnya yang patut diapresiasi adalah pendirian balai pengajian sebagai medium perlawanan terhadap narkoba.

Konsep ini sederhana, tetapi dalam. Agama ditempatkan sebagai pondasi utama dalam membangun kesadaran kolektif. 

DEDY TABRANI 202060421
BERI SAMBUTAN - Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama Insan Pers di halaman Kantor BNN Provinsi Aceh, Sabtu (14/3/2026). SERAMBINEWS.COM/ ZAINAL ARIFIN M NUR
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved