Jurnalisme Warga
Baca Al-Qur’an dengan ‘Lagu Pidie’ Kini Menggeliat Lagi
Jenis lagu Pidie yang dibaca secara lantang betul-betul dilantunkan dengan suara bernada amat tinggi, sedangkan yang lembut serta beralun
Masa itu di semua meunasah (surau) dalam daerah Pidie berlangsung tadarus Al-Qur’an sepanjang malam sampai tiba menjelang sahur.
Di sini juga pada bagian terakhir merupakan saat dialihkan seni baca Al-Qur’an ke lagu Pidie.
Mulai pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, pembacaan Al-Qur’an hanya dilakukan oleh orang-orang pilihan.
Mereka tidak lebih dari 5-7 orang yang khusus mampu membaca Qur’an dalam lagu Pidie.
Lagu Pidie bergeliat lagi Setelah sekian lama terbiarkan “bagikan kerakap di atas batu”, pada awal era damai konflik Aceh, lagu Pidie pernah terkesan hendak dibangkitkan kembali.
Penggerak ‘batang terendam’ itu adalah Bupati Pidie Mirza Ismail (2007-2012).
Ia mengadakan Lomba Lagu Pidie Sekabupaten Pidie yang berjumlah 23 kecamatan.
Acara lomba lagu Pidie yang diadakan di Keunire, dekat Kota Sigli itu, hanya berlangsung satu malam yang diikuti semua kecamatan dalam Kabupaten Pidie.
Dalam musabaqah lagu Pidie pertama kali di dunia itu, dewan juri memutuskan tiga kecamatan sebagai pemenangnya.
Juara pertama diraih Kecamatan Geulumpang Tiga, juara dua Kecamatan Simpang Tiga, sedangkan pemenang ketiga digondol Kecamatan Sakti.
Dalam lomba yang berlangsung di Keunire itu, utusan kecamatan Sakti diwakili oleh Tgk Ilyas Harun, Tgk Mansur Hasan, Tgk Jailani Jalil, dan Tgk Banta Ajad.
Amat disayangkan, lomba baca Al-Qur’an lagu Pidie tersebut tidak diteruskan oleh Bupati Pidie selanjutnya, setelah masa jabatan Mirza Ismail berakhir tahun 2012.
Safari Ramadhan Mendengar sebutan Safari Ramadhan oleh pejabat di bulan puasa memang sudah biasa.
Namun, adanya Safari Ramadhan yang digerakkan oleh sekelompok qari membaca Al-Qur’an tentu amat langka.
Hal inilah yang dilakukan oleh para qari Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, selama delapan tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ta-sakti-peminat-budaya-dan-sastra-aceh-melaporkan-dari-banda-aceh.jpg)