Curhat PSK Sedang Hamil 7 Bulan Tetap Layani Pelanggan: 'Kalau Ga Kerja, Anak Saya Makan Apa?'

Saat bertugas, Satpol PP menemukan dua wanita Pekerja Seks Komersial ( PSK) yang masih aktif melayani tamunya.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Petugas pun langsung mengirim mereka ke Panti Sosial Wanito Utomo Kota Solo menggunakan bus Satpol PP Kota Semarang.

Mereka akan dibina selama tiga bulan di panti agar tidak lagi menjual diri.

 

Begitu pun dua PSK yang sedang dalam kondisi hamil tetap dikirim ke panti agar ditangani oleh dokter di sana.

"Semua beralasan kondisi ekonomi. Ada yang hamil kami sebenarnya tidak tegel."

"Kami kirim ke Solo biar tidak balik ke jalan lagi."

"Disana kan diberi pembinaan, ada pelatihan juga," ujarnya.

Seorang PSK, Mawar (bukan nama sebenarnya), mengaku melakoni pekerjaan sebagai PSK karena tuntutan ekonomi.

Dia bekerja sebagai PSK hampir satu tahun namun sempat berhenti.

Kemudian, ia kembali menjual diri karena himpitan ekonomi di tengah pandemi.

"Selama corona kan tidak ke puskesmas ataupun RS."

"Jadi, saya minum pil, kebobolan."

"Setelah saya tahu saya hamil, saya memutuskan bekerja lagi," terangnya.

Menurutnya, suami sempat tidak mengizinkan dirinya bekerja.

Namun karena kondisi ekonomi ditambah suaminya juga sedang tidak bekerja akhirnya memutuskan untuk kembali menjual diri.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved