Opini
Ramadhan dan Mukjizat Alquran
HUBUNGAN antara Alquran dan Ramadhan, memiliki satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, baik secara tekstual maupun dalam lingkup historis
Begitu juga mukjizat Nabi Isya yang bisa menghidupkan orang mati.
Hanya bisa disaksikan di zamannya.
Sedangkan Alquran, walaupun sudah belasan abad lamanya, keajaibannya masih dapat dirasakan hingga saat ini.
Mukjizat Alquran tidak hanya menebarkan nilainilai transenden atau hanya berorientasi pada dimensi imanen (kepercayaan).
Lebih dari itu, Alquran juga bisa dibuktikan ‘keluarbiasaannya’ melalui pendekatan ilmiah (Sains).
Sebagai contoh; Alquran pernah membahas tentang api di dasar laut.
Masyarakat saat itu (masa ayat ini diturunkan) kebingungan memahami ayat ini, karena secara logika bagaimana mungkin api bisa hidup di dalam air? Allah berfirman; “Demi bukit.
Dan kitab yang tertulis.
Pada lembaran yang terbuka.
Dan demi Baitul Makmur (ka'bah).
Dan demi surga langit yang ditinggikan.
Dan demi laut, yang di dalam tanah ada api" (QS At- Thur: 1-6).
Sejarah dunia fisika mencatat, alat yang mampu menyelam di laut baru ditemukan setelah abad ke-19.
Itu pun belum mampu sampai ke dasar laut yang memiliki tekanan air cukup tinggi.
Mendekati abad ke-20 alat tersebut disempurnakan sehingga sudah mulai banyak peneliti yang mengobservasi laut dalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/m-anzaikhan-sfili-mag-dosen-fakultas-syariah-iain-langsa-dan-founder-pematik.jpg)