Opini
Ramadhan dan Mukjizat Alquran
HUBUNGAN antara Alquran dan Ramadhan, memiliki satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, baik secara tekstual maupun dalam lingkup historis
Bayangkan, pada masa Alquran diturunkan sekitar abad ke-6 silam, belum ada sebuah alat yang mampu menyelam ke dalam laut.
Akan tetapi, Alquran sudah berbicara demikian.
Penemuan api di dasar lautan yang pertama kali dilakukan oleh Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov membuktikan pada dunia, bahwa apa yang tertulis dalam Alquran adalah sebuah kebenaran.
Contoh lain yang menjadi bukti keajaiban Alquran dalam Sains adalah tentang tata surya.
Dalam Alquran dijelaskan; “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS.Al- Anbiya: 33).
Sebagaimana diketahui, teknologi pada 14 abad silam belum mampu memahami tentang garis orbit bumi.
Pemahaman tentang garis orbit bumi baru ditemukan sekitar abad ke-20 oleh Isaac Newton dengan hukum Kepler- nya.
Terlepas apakah Isaac Newton menemukan teori ini karena terinspirasi dari Alquran atau bukan, yang jelas tidak ada yang bisa membantah bahwa kebenaran Al-Quran sudah berbicara lebih dulu jauh sebelum Isaac Newton lahir.
Pada surat Ar-Rahman dijelaskan; “Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan” (QS.Ar-Rahman: 33).
Pada zaman Nabi, akan sulit memahami ayat ini.
Logikanya, unta atau kuda yang menjadi kendaraan paling canggih masa itu hanya mampu meloncat di bawah dua meter.
Lantas, bagaimana bisa manusia menembus langit atau bumi? Sekarang sudah terbukti, setelah maraknya pesawat yang bisa terbang di atas awan.
Serta adanya alat tambang yang mampu menembus isi bumi untuk menggali emas dan mineral lainnya.
Terkait pada dunia kesehatan, Allah berfirman yang artinya; “Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh” (QS.Maryam: 22).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/m-anzaikhan-sfili-mag-dosen-fakultas-syariah-iain-langsa-dan-founder-pematik.jpg)