Berita Luar Negeri
India Abaikan Peringatan Negara Barat, Tetap Beli Minyak Rusia Dengan Harga Diskon
India kini tengah menjadi sorotan negara-negara Barat. Pasalnya, India tak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh negara-negara Barat
Dengan adanya embargo minyak Rusia oleh Amerika Serikat dan Eropa, India dapat membeli minyak mentah dengan diskon besar, menggerakkan ekonomi yang haus energi dengan biaya lebih rendah.
Penyulingan India juga dapat menggunakan minyak mentah untuk membuat produk seperti diesel dan bahan bakar jet dan menjualnya dengan margin yang lebih baik dari biasanya di luar negeri.
Menurut para analis, ketika India memanfaatkan perang untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi.
Baca juga: Beredar Video Simulasi Serangan Nuklir Rusia, Irlandia dan Inggris Lenyap dari Muka Bumi
Perdagangan antara India dan Rusia kemungkinan akan meningkat dengan konflik yang berlarut-larut.
Kondisi itu lebih lanjut dapat memperumit upaya Amerika dan Eropa untuk menghentikan darah kehidupan ekonomi Rusia.
Sekaligus akan meningkatkan ketegangan hubungan AS-India ketika kedua negara berusaha untuk bekerja sama untuk melawan China.
“Jika minyak tersedia dan dengan harga diskon, mengapa saya tidak membelinya? Saya membutuhkannya untuk rakyat saya,” jelas Nirmala Sitharaman, menteri keuangan India, pada bulan lalu.
Perombakan ekspor minyak Rusia menjadi nyata beberapa hari setelah Presiden Vladimir V. Putin melancarkan serangannya ke Ukraina pada akhir Februari.
Pada saat itu, lalu lintas kapal tanker yang bertolak dari terminal Rusia di Laut Hitam menuju Eropa Utara, malah berbelok ke arah India.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Turun Tajam, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram, Selasa (10/5/2022)
Lalu lintas itu bisa menjadi lebih sibuk setelah Uni Eropa mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka berharap untuk secara bertahap melarang minyak Rusia dalam beberapa bulan mendatang.
Ini merupakan sebuah langkah yang dilakukan beberapa hari setelah Rusia memutus aliran gas ke Polandia dan Bulgaria, sehingga meningkatkan kemungkinan perang energi.
Kapal tanker tujuan India menuju ke Jamnagar, di negara bagian barat Gujarat, di mana Reliance Industries memiliki kompleks kilang terbesar di dunia.
Kapal tanker juga menuju ke Vadinar, juga di Gujarat, lokasi kilang yang dimiliki oleh Nayara Energy, afiliasi India dari Rosneft, perusahaan milik pemerintah Rusia.
"Permintaan Eropa Barat Laut telah dilenyapkan," kata Viktor Katona, seorang analis di Kpler, sebuah perusahaan yang melacak pengiriman energi. “Itu pada dasarnya telah diambil alih oleh India.”
India minta diskon besar