Berita Luar Negeri
Protes Rakyat Berhasil, Perdana Menteri Sri Langka Mundur Setelah Hampir 20 Tahun Berkuasa
Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa akhirnya menyerah. Dia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin (9/5/2022)
Perdana Menteri Srilanka Mundur Setelah Aksi Protes Anti-Pemerintah Selama Berminggu-minggu
SERAMBINEWS.COM - Protes rakyat Sri Langka berhasil.
Demontrasi yang terjadi selama berminggu-minggu akhirnya menjungkalkan rezim Mahinda Rajapaksa.
Perdana Menteri Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa akhirnya menyerah.
Dia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Senin (9/5/2022) setelah protes anti-pemerintah meningkat tajam.
Padahal, Mahinda telah mendominasi politik Sri Lanka selama hampir 20 tahun dan pemerintahannya berhasil menghancurkan Macan Tamil untuk mengakhiri perang saudara yang panjang.
Baca juga: Sri Lanka Kembali Aktifkan Status Darurat Nasional
Melansir Reuters, dalam sebuah pernyataan, kantor pemerintahannya mengatakan Mahinda berhenti untuk membantu membentuk pemerintah persatuan sementara, setelah berlangsungnya aksi protes anti pemerintah selama berminggu-minggu.
Terkadang, aksi unjuk rasa tersebut disertai kekerasan di seluruh negeri.
Aksi protes terjadi atas kekurangan bahan bakar dan impor penting lainnya serta kenaikan harga barang.
Seorang pemimpin karismatik dan suka berteman yang sering memerintah dalam kemitraan dengan saudaranya, Presiden Gotabaya Rajapaksa, Mahinda yang berusia 76 tahun adalah anggota dan populer di negara mayoritas Buddha Sinhala.
Tetapi pemerintahnya, seperti halnya Macan Tamil, dituduh melakukan kejahatan perang selama konflik 26 tahun.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Turun Tajam, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram, Selasa (10/5/2022)
Para pengkritiknya juga menuduhnya melakukan nepotisme dan gagal mencegah penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan para kritikus pemerintah.
Namun dia dengan keras menyangkal semua tuduhan.
Lahir dari keluarga kaya yang aktif dalam politik lokal di distrik selatan Hambantota.
Mahinda dilatih sebagai pengacara sebelum menjadi legislator termuda Sri Lanka ketika ia masuk parlemen pada 1970.
Dia pertama kali menjadi perdana menteri pada tahun 2004.
Kemudian memenangkan masa jabatan pertamanya sebagai presiden setahun kemudian.
Baca juga: Hasil Uber Cup 2022 – Komang Tumbangkan Andalan Jerman, Indonesia 1-0, Begini Jalannya Pertandingan
Hal ini ketika Sri Lanka berada di tengah-tengah gencatan senjata yang rapuh dengan Macan Pembebasan Tamil Eelam, salah satu kelompok gerilya paling kejam di dunia yang berjuang untuk negara merdeka di utara.
Pembicaraan damai tidak menghasilkan apa-apa.
Pada tahun 2006, Mahinda beralih ke Gotabaya, seorang pensiunan perwira infanteri yang dia jadikan menteri pertahanan, untuk menyusun rencana untuk mengalahkan Macan Tamil sekali dan untuk selamanya.
Macan Tamil akhirnya mengakui kekalahan pada tahun 2009.
Baca juga: Kenalan di Facebook, Pemuda Aceh Utara Bawa Lari Sepmor Cewek Aceh Timur, Alasan Beli Celana Pendek
Hal ini menyusul serangan pemerintah yang ganas di mana PBB memperkirakan sebanyak 40.000 warga sipil Tamil tewas dalam beberapa bulan terakhir perang saja.
Pemerintah mengatakan pemberontak menjadikan ribuan warga sipil sebagai tameng manusia, memperburuk jumlah korban tewas.
Perserikatan Bangsa-Bangsa percaya hingga 100.000 orang tewas selama durasi konflik.(*)
Baca juga: Sri Lanka Rusuh Lagi, 2 Orang Tewas
Baca juga: Terjerat Utang, Sri Lanka Tak Bisa Cetak Uang Lagi, Kini Alami Krisis Pangan dan Energi
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Menyerah, Perdana Menteri Sri Lanka Mengundurkan Diri