Minggu, 10 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Teungku Ismail Lebih 50 Tahun Membaca Nazam Teungku Di Cucum

Pembacaan nazam pada malam Jumat itu adalah malam ketiga dari empat malam berturut-turut yang sudah ‘diadatkan’ bagi pembacaan manuskrip abad 19 itu

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
T. A. SAKTI Peminat manuskrip dan sastra Aceh, melaporkan dari Bale Tambeh, Tanjung Selamat, Aceh Besar 

Kitab ini tertulis dalam syair bahasa Aceh dengan huruf Arab Melayu atau Jawi alias Jawoe.

Tebalnya lebih dari 160 halaman.

Secara umum, isi Nazam Tgk Di Cucum adalah nasihat bagi umat Islam sepanjang hayatnya.

Mulai dari dalam kandungan, lahir ke dunia, usia anakanak, remaja, kawin-mawin, beranak-bercucu, berumur lanjut sampai meninggal dunia.

Semua fase kehidupan itu dibumbui dengan muatan lokal, dalam bentuk ungkapan syair Aceh yang amat menarik.

Syekh Abdussamad alias Tgk Di Cucum adalah putra seorang ulama yang berasal dari Baghdad, ibu kota Irak sekarang.

Menurut karya Tgk Di Cucum yang belum diberi judul— tapi sudah saya beri nama sementara “Tambeh Gohna Nan” (Nasihat yang Belum Bernama)—dijelaskan bahwa beliau adalah generasi pertama dari ayah keturunan Arab yang lahir di Aceh.

Terlibatnya Tgk Ismail sebagai penyair Nazam Tgk Di Cucum adalah secara kebetulan.

Kakak kandungnya, Khatijah alias Po Jah yang beranjangsana ke rumah saya, telah menjelaskan latar belakang adiknya menyertai Syekh Andid melantunkan nazam itu.

Ketika itu, Ismail (20 tahun) sering mangkal di Kedai Tauke Yusuf (Toke Suh) yang terletak di pinggir jalan di Lam Biheue, Aceh Besar.

Untuk mengisi waktu senggang ketika di kedai itu, ia gemar melantunkan bacaan hikayat dengan suara amat merdu.

Sementara Syekh Andid sebagai pembaca hikayat ulung saat itu, sering melewati jalan Lam Biheue itu, sehingga sempat berkali-kali mendengar dendangan hikayat yang dilantunkan Ismail Daud yang baru berusia remaja.

Singkat cerita, akhirnya pada tahun 1970 diajaklah anak muda itu menyertai Syekh Andid ke berbagai tempat beliau diundang membaca Nazam Teungku Di Cucum.

Setelah Syekh Andid berpulang ke rahmatullah, pembacaan nazam diteruskan sendiri oleh Tgk Ismail Daud yang kadangkadang dipanggil Syekh Ismail alias Cut ’E.

Saya juga telah mewawancarai Tgk Ismail alias Cut ‘E .

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved