Sabtu, 11 April 2026

Jurnalisme Warga

Teungku Ismail Lebih 50 Tahun Membaca Nazam Teungku Di Cucum

Pembacaan nazam pada malam Jumat itu adalah malam ketiga dari empat malam berturut-turut yang sudah ‘diadatkan’ bagi pembacaan manuskrip abad 19 itu

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
T. A. SAKTI Peminat manuskrip dan sastra Aceh, melaporkan dari Bale Tambeh, Tanjung Selamat, Aceh Besar 

OLEH T. A. SAKTI, Peminat manuskrip dan sastra Aceh, melaporkan dari Bale Tambeh, Tanjung Selamat, Aceh Besar

PADA suatu malam, saya menumpang ojek (RBT) menuju Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjung Selamat, Kecamatan Darussakam, Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Tujuan saya adalah untuk mendengar Pembacaan Nadlam/ Nazam Teungku Di Cucum yang dilantunkan Teungku (Tgk ) Ismail Daud alias Cut ‘E.

Pembacaan nazam pada malam Jumat itu adalah malam ketiga dari empat malam berturut-turut yang sudah ‘diadatkan’ bagi pembacaan manuskrip abad 19 itu.

Pembacaan Nazam Tgk Di Cucum sudah ‘melegenda' di Kabupaten Aceh Besar.

Nazam Tgk Di Cucum merupakan risalah nasihat agama yang sangat digemari masyarakat di tiga kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar, yaitu Kecamatan Darussalam, Kuta Baro, dan Kecamatan Krueng Barona Jaya.

Paling kurang sudah tiga generasi yang melanjutkan pembacaannya.

Menurut keterangan tetua Gampong Tanjung Selamat, generasi pertama adalah Keuchik Hasan Lam Ujong, kedua Syekh Andid, dan sekarang dilantunkan oleh Syekh Ismail Daud.

Pembaca nazam yang sebaya dengan Syekh Ismail adalah Let Markam dan Pak Mukim Abdurrahman dengan anak asuhnya bernama panggilan “Muki”.

Saya sudah beberapa kali datang menyimak Tgk Ismail melantunkan nazam, seperti di Bale Batok, Gampong Blang Krueng, Kecamatan Darussalam, di Meunasah Cucum dekat Pasar Lam Ateuk, Aceh Besar dan di Bale Tambeh, di halaman rumah saya sendiri.

Baca juga: Tgk Ghazali Abbas Adan Sampaikan Tausyiah Lewat Nazam pada Takziah Virtual untuk Pak Syam

Baca juga: Revitalisasi Sastra Nazam di Tanah Tauhid Sufi

Menurut Keuchik Gampong Cucum, Fauzan, di kampungnya sudah berkali- kali diundang Tgk Ismail Daud untuk membaca nazam Teungku Di Cucum, khususnya menjelang bulan puasa.

Menjelang Ramadhan tahun ini (1443 H/2022 M) Tgk Ismail juga menerima undangan untuk membaca Nazam Tgk Di Cucum di Gampong Cucum.

Makam Syekh Abdussamad alias Tgk Di Cucum hanya puluhan meter jaraknya dari Meunasah Cucum di Jalan Kedai Tungkop–Kedai Lam Ateuk (Pasar Lam Ateuk), Aceh Besar.

Kesempatan yang dijadikan masyarakat sebagai momentum pergelaran pembacaan nazam itu adalah untuk menunaikan nazar (peulheuh kaoy), mengkhitankan anak, menyambut hari-hari besar Islam seperti pada bulan Maulid Nabi Muhammad saw yang seratus hari, munyambut bulan Ramadhan, Isra Mikraj, dan lain-lain.

Nazam Teungku Di Cucum yang berjudul asli “Akhbarul Na’im” (Kabar tentang Nikmat) adalah kitab syair agama yang ditulis tahun 1269 H oleh Syekh Abdussamad yang memiliki banyak gelar, seperti Teungku Do, Teungku Muda, dan yang paling populer sebagai Teungku Di Cucum.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved