Breaking News:

Wawancara Khusus

‘Tidak Ada yang Namanya Jual Beli Darah’

Citra PMI sebagai sebuah lembaga kemanusiaan tercoreng, kepercayaan masyarakat dan pendonor menjadi menurun, padahal kebutuhan akan darah cukup tinggi

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dedi Sumardi Nurdin, Ketua PMI Kota Banda Aceh 

Dan yang sangat kita sayangkan, yang jadi korban adalah masyarakat yang sedang membutuhkan darah di rumah sakit, karena stok darah di kita yang mulai menipis.

Saat ini Gubernur memerintahkan ASN untuk melakukan donor darah di RSUDZA, tidak lagi di PMI. Ini bagaimana tanggapannya?

Pada dasarnya, kita PMI membantu memudahkan pemenuhan kantong darah, terutama ke seluruh rumah sakit yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya.

Pada prinsipnya, saya ingin menyampaikan, kita tidak mempermasalahkan mau donor darah dimana, karena yang paling penting adalah pemenuhan stok darah untuk masyarakat yang membutuhkan.

Ayo masyarakat donor darah, di rumah sakit boleh, PMI boleh, dan tempat lain juga boleh.

Terakhir, apa pesan dan harapan yang ingin disampaikan kepada masyarakat?

Saya sebagai Ketua PMI Banda Aceh memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat terkait isu-isu yang berkembang beberapa hari terakhir yang membuat heboh.

Kita juga tetap mengimbau dan mengharapkan, terutama kepada pendonor, tetaplah melakukan donor darah karena isu-isu itu tidak akan mengurangi permintaan darah dari rumah sakit.

Mari kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat dan untuk membantu sesama, dan jangan termakan dengan informasi-informasi yang tidak benar.

Saya yakin masyarakat bisa melihat secara objektif dan bijak terkait masalah ini.(*)

Baca juga: Tanggapi Isu Darah Banyak Dikirim ke Luar Aceh, Pemerintah Pindahkan Pusat Donor Darah ASN ke RSUZA

Baca juga: Terkait Isu Jual Beli Darah di PMI Banda Aceh, Ini Klarifikasi Ketua PMI Aceh

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved