Minggu, 12 April 2026

Berita Banda Aceh

Aceh Rooster Community Gelar Show Ayam Hias di Mayor Kopi

Aceh Rooster Community (ARC) menggelar show dan silaturahmi pecinta ayam hias seluruh Aceh yang berlangsung di Mayor Kopi, Jalan Syiah Kuala

Editor: bakri
SERAMBINEWS/MAWADDATUL HUSNA
Jenis ayam shamo yang ditampilkan pada kegiatan show dan silaturahmi pecinta ayam hias seluruh Aceh yang berlangsung di Mayor Kopi, Jalan Syiah Kuala, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu (21/5/2022). SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA Area lampiran 

BANDA ACEH - Aceh Rooster Community (ARC) menggelar show dan silaturahmi pecinta ayam hias seluruh Aceh yang berlangsung di Mayor Kopi, Jalan Syiah Kuala, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu (21/5/2022).

Penanggung Jawab Show Ayam Hias, Teuku Abenk Sibreh mengatakan, ada lima jenis ayam hias yang ditampilkan, yaitu ayam hias bangkok ekor lidi, aseel, siam murni, shamo, dan bangkok klasik.

Dijelaskan, asal usul ayam siam adalah ayam raja narasuen yaitu bulu kuning ekor putih berasal dari Provinsi Phitsanulok.

Kontes pertama siam dilaksanakan pada 29 Juli 1990.

Sementara pada 1991 klub konservasi besar kerajaan Thailand didirikan di kecamatan Hua Rio kabupaten mueang Provinsi Phitsanulok.

"Itu kontes pertama Siam dan asal pertama Siam LHK.

Phitsanulok pure siam adalah siam thailand yang belum pernah tersilang," sebutnya.

Kemudian bangkok klasik adalah jenis ayam yang didatangkan ke Indonesia sejak 1980 dan tidak dijaga kemurniannya.

Baca juga: Aceh Rooster Community Gelar Show Ayam Hias

Baca juga: Hasil Uji Lab Beredar, Daging Ayam di KFC Lhokseumawe tak Layak Kosumsi, Ini Keterangan Kepala DKPPP

Selanjutnya, ayam aseel parrot beak, dikatakannya merupakan ayam aseel yang berasal dari Tamil Nadu.

Jenis ayam aseel ini bisa ditemukan dengan mudah di Thailand dan Malaysia.

Keistimewaan karakternya adalah ekor mekar dan panjang serta bentuk paruh seperti burung beo menjadi cikal bakal yang ingin terus dikembangkan hingga kini.

Di Asia tenggara aseel parrot dijadikan hewan peliharaan atau hias saja, akan tetapi memiliki nilai yang cukup fantastis.

"Adapun ciri-ciri fisik yang kami ketahui adalah bulu kering dan kaku.

Paruh umumnya berbentuk betet/beo, jengger besar dan lebar, ekor kaku, lebat dan mekar.

Warna bulu berbagai macam seperti wido, putih, jali, gondang dan merah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved