Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

100 Hari Perang, Pasukan Rusia Kuasai 20 Persen Wilayah Ukraina

Pasukan Rusia yang telah berperang selama 100 hari sampai Jumat (3/6/2022) berhasil menguasai 20 persen wilayah Ukraina.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Twitter
Peta wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pasukan Rusia yang telah berperang selama 100 hari sampai Jumat (3/6/2022) berhasil menguasai 20 persen wilayah Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengaku setelah 100 hari perang, pasukan Rusia menguasai sekitar seperlima wilayahnya.

Dalam pidatonya di parlemen Luksemburg, Zelenskyy mengatakan:

"Sekitar 20 persen wilayah kami berada di bawah kendali penjajah."

"Dengan luas sekitar 125.000 kilometer persegi, sebuah wilayah yang lebih besar dari gabungan Belgia, Luksemburg, dan Belanda."

Pendudukan Rusia mencakup hamparan tanah yang membentang ke utara dan timur.

Baca juga: Pasukan Nuklir Rusia Melakukan Latihan, Antipasi Bantuan Roket Canggih AS ke Ukraina

Seperti kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, dan ke selatan seperti Mykolaiv.

Dilansir Business insider, Jumat (3/6/2022), Zelenskyy mengatakan di garis depan perang pertempuran terus-menerus terjadi, membentang sekitar 1.000 kilometer.

Wilayah pendudukan yang dimaksud Zelenskyy juga termasuk wilayah Krimea, yang diinvasi dan dicaplok oleh pasukan Rusia pada tahun 2014.

Kemajuan besar Rusia dalam beberapa minggu pertama perang, termasuk upaya gagal merebut ibu kota KIev dijawab dengan kontra-perlawanan yang kuat.

Pasukan Ukraina secara perlahan-lahan merebut kembali sebagian wilayah yang hilang.

Mundurnya Rusia mengungkapkan pemandangan mengerikan kehidupan sipil di bawah pendudukan.

Baca juga: Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov Klaim Rusia Pegang Kendali Penuh Severodonetsk

Termasuk bukti eksekusi massal dan penyiksaan terhadap orang-orang yang tidak bersalah.

Pertempuran sekarang terkonsentrasi di wilayah Donbas, timur Ukraina.

Rusia telah membombardir kota-kota Ukraina dan menyerang daerah-daerah sipil ketika pasukan Presiden Vladimir Putin mencoba untuk maju lebih dalam ke Ukraina.

"Tentara Rusia telah menghancurkan hampir seluruh Donbas," kata Zelenskyy,

"Kota demi kota hancur digempur pasukan Rusia," tambahnya.

Tapi Zelenskyy baru-baru ini bersumpah tidak akan menyerahkan wilayahnya ke Rusia.

Baca juga: Sebagian Anak-anak Ukraina Dipaksa ke Rusia, Ditempatkan di Panti Asuhan atau Diadopsi

Dia mengatakan tidak akan ada perdamaian sampai Putin setuju untuk mengembalikan wilayah yang direbut oleh Rusia kembali seperti 2014.

Termasuk semenanjung Krimea yang dianeksasi atau separatis yang didukung Moskow- wilayah yang dikendalikan Donetsk dan Luhansk.

Meskipun pertempuran terkonsentrasi di Ukraina timur, dampak perang terus terasa di seluruh negeri.

Zelenskyy mengatakan Ukraina menderita dari serangan udara Rusia setiap hari, melewati ribuan rudal sejak perang dimulai pada 24 Februari 2022.

Ada juga sekitar 300.000 kilometer persegi yang dipenuhi ranjau dan persenjataan yang tidak meledak," tambahnya.

Dalam pesan video yang menandai 100 hari pertama perang, Zelenskyy mengindikasikan negaranya tidak akan mudah menyerah pada agresi Rusia.

Baca juga: Garda Nasional Rusia Buru Putra Anggota Parlemen Inggris, Balas Dendam Kematian Komandan Chechnya

Dia menyatakan pasukannya telah dapat menahan serangan berbulan-bulan dari musuh yang lebih besar.

“Kami telah membela Ukraina selama 100 hari," ujarnya.

"Kemenangan akan menjadi milik kita,” katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved