Jurnalisme Warga

Peran Perempuan dalam Program Literasi Digital

Sejenak kebosanan pada rutinitas rumah menyergap saya dan semangat melakukan hal-hal yang dahulu saya minati meredup

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
SYARIFAH AINI, Pegiat literasi dan Ketua Forum Lingkar Pena Aceh, melaporkan dari Banda Aceh 

Karena musim saat itu adalah menjadi ibu dan orang tua, maka saya sangat tertarik dengan tematema pengasuhan.

Artikel-artikel dan buku-buku dengan materi yang sama sering saya resume dalam sebuah tulisan yang lain dan ditulis kembali di blog.

Seiring waktu, jejaring pertemanan saya kian luas dengan orang-orang yang memiliki minat sama; menulis dan ‘parenting’.

Saya semakin luwes berselancar di dunia maya dan piawai menggunakan peranti digital.

Celahcelah untuk produktif, mengaktualisasikan diri dengan bonus-bonus berupa sahabat baru dan rezeki tak terduga pun berdatangan.

Penguasaan gawai atau peranti digital ternyata tidak sesulit dibayangkan.

Selanjutnya, setelah piawai dengan gawai, sepertinya ada hal penting yang terlewatkan, yaitu tentang etika di dunia digital.

Definisi literasi digital Program Literasi Digital Nasional diluncurkan pemerintah tahun 2021.

Lalu apakah sebenarnya definisi literasi digital dan kenapa hal tersebut menjadi penting sampai pemerintah mendukung program- program peningkatan literasi digital? Literasi secara sederhana bisa diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca, walaupun dalam Deklarasi Praha yang digagas PBB tahun 2003 juga sudah merumuskan tatanan literasi dunia dengan istilah yang lebih populer dengan ‘information literacy’ dengan empat tahapan: basic literacy (literasi dasar), media literacy (kemampuan untuk menggunakan media informasi), technology literacy (literasi teknologi), dan kemampuan untuk mengapresiasi grafis dan teks visual (visual lieracy).

Jadi, literasi digital menurut Deakin University’s Graduate Learning Outcome 3 adalah upaya memanfaatkan teknologi dalam menemukan, menggunakan, dan menyebarluaskan informasi dalam dunia digital.

Benar adanya, karena di tahun berikutnya fitur digital semakin berkembang.

Teknologi memang mudah dipelajari semudah perkembangan itu terjadi, tetapi jika generasi Baby Boomers, gen X, dan gen Y tidak mampu mengimbangi, bukan tak mungkin mereka akan terombang-ambing oleh zaman.

Gen Z dan generasi Alpha adalah generasi ‘digital native’, tetapi usia mereka saat ini masih sangat membutuhkan pendampingan.

Jika tidak melek literasi digital, modal apa yang dimiliki orang tua untuk mendampingi mereka? Itulah motivasi saya tetap terus belajar dan mengikuti perkembangan dunia digital.

Awal 2020 pandemi melanda dunia tak terkecuali Indonesia.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved