Jurnalisme Warga
Peran Perempuan dalam Program Literasi Digital
Sejenak kebosanan pada rutinitas rumah menyergap saya dan semangat melakukan hal-hal yang dahulu saya minati meredup
Dalam program Gerakan Literasi Digital Nasional, ada empat pilar yang harus dipenuhi: pertama, Etika Bermedia Digital, yaitu menyadari dan mengembangkan etika digital.
Kedua, Aman Bermedia Digital, yaitu menerapkan dan meningkatkan kesadaran data pribadi dan keamanan digital.
Ketiga, Cakap Bermedia Digital, yaitu kemampuan menggunakan software, hardware, dan sistem operasi digital.
Keempat, Budaya Bermedia Digital, yaitu aktivitas di ruang digital dengan wawasan kebangsaan sesuai budaya Indonesia.
Perempuan bisa berperan Penekanan pada ‘digital safety’ selama berselancar di dunia maya sebenarnya adalah demi kebaikan tiap individu.
Salah satu program literasi digital nasional adalah etika digital.
Etika sangat erat kaitannya dengan pengasuhan di dalam rumah.
Perempuan, sebagai garda terdepan dan teladan utama dalam pengasuhan di dalam rumah, bisa mengambil peran penting di sini.
Menanamkan etika dalam berinteraksi di dunia maya tak boleh dianggap sepele.
Keterampilan literasi digital dibutuhkan untuk perempuan di ranah mana pun.
Di ranah domestik, keterampilan digital perempuan berguna untuk meningkatkan kapasitas diri dan pendampingan keluarga.
Sementara itu, di ranah publik, perempuan dengan keterampilan digital yang mumpuni akan lebih mudah berkolaborasi dengan rekan kerja lainnya, menjadi mitra yang setara dan saling menghargai.
Baca juga: Aceh Masuk Peringkat 10 Besar Provinsi Tertinggi Indeks Literasi Digital di Indonesia
Baca juga: Wamenag Akui Literasi Karya Ulama Masa Lalu di Aceh Berlimpah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SYARIFAH-AINI-Pegiat-literasi-dan-Ketua-Forum-Lingkar-Pena-Aceh.jpg)