Salam

Intinya, Kita Diajak Lawan Islamophobia

Gubernur Nova Iriansyah meminta jajarannya menghentikan sementara kegiatan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti

Editor: bakri
Twitter/Nova Iriansyah
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta jajarannya untuk menghentikan sementara kegiatan Duta Besar India selama kunjungan di Aceh. 

Gubernur Nova Iriansyah meminta jajarannya menghentikan sementara kegiatan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti, selama kunjungan di Aceh.

MPU dan DPRA mendukung sikap Gubernur Aceh itu sebagai protes atas penghinaan Nabi Muhammad SAW oleh Naveen Kumar Jindal dan Nupur Sharma, keduanya politisi partai berkuasa di India.

“Saya sudah minta Dinas Teknis & staff khusus untuk mengakhiri kegiatan Dubes India di Banda Aceh,” kata Nova dalam cuitan di akun medsos.

Gubernur menyampaikan, Aceh sebagai daerah atau provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat Islam sangat keberatan terhadap pernyataan kedua politisi India tersebut.

“Kita keberatan sekali terhadap pernyataan dua politisi India yang menghina Islam & Nabi Muhammad SAW,” tulis Nova.

Nupur Sharma, yang merupakan Juru Bicara Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP), mengeluarkan pernyataannya yang menghina Nabi Muhammad SAW dan Aisyah RA dalam debat yang disiarkan televisi bulan lalu.

Kemudian, Naveen Jindal, yang merupakan kepala media dari unit Delhi partai tersebut, juga mengunggah cuitan tentang hal yang sama.

Tak lama setelah pernyataan itu terpublikasi, muslim dari berbagai belahan dunia pun bereaksi dengan mengutuk pernyataan dua politisi India itu.

Baca juga: Kuliah Umum Bersama Dubes India di Universitas Syiah Kuala Batal, Terkait Instruksi Gubernur Aceh

Baca juga: Mantan Diplomat India Peringatkan Pemerintah, Negara Islam Marah Besar

Pemerintah Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Arab termasuk paling cepat mengutuk pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW itu.

Protes Indonesia dan Malaysia ke Pemerintah India itu disampaikan secara tertulis oleh masing-masing Kemenlu.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh selain mendukung sikap Gubernur Aceh yang meminta Dubes India mengakhiri kunjungan di Aceh, juga meminta penjelasan mengenai sikap Pemerintah India terhadap dua politikus partai berkuasa India yang menghina Nabi Muhammad SAW dan Alquran.

Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali juga menyerukan kepada umat Islam di Aceh untuk bersatu dalam doa dan usaha-usaha untuk menghentikan aksi anti-Islam atau islamophobia di India dan berbagai belahan dunia.

"Pemimpin muslim dunia harus melakukan upaya-upaya untuk mengingatkan Pemerintah India atas sikap anti-Islam yang mendapatkan lampu hijau dari pemerintah.

" Wakil Ketua DPRA, Safaruddin SSos MSP, secara terpisah, juga menyatakan mendukung dan mengapresiasi sikap gubernur terhadap Dubes India.

“Kita juga mengutuk mereka yang menjadikan agama sebagai alat berpolitik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved