Breaking News:

Opini

KKN, Kasim Arifin Reborn?

KKN yang turut dikolaborasikan bersama tiga kampus negeri lainnya di Aceh yakni Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Universitas Malikussaleh

Editor: bakri
KKN, Kasim Arifin Reborn?
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr MUHAMMAD YASAR STP MSc,  Dosen Tetap Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala

Dan program ini menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk bisa meraih gelar sarjana.

Tujuan normatifnya adalah agar kelak para sarjana yang dihasilkan mampu menghayati permasalahan dan memberi solusi secara pragmatis terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Lewat KKN pula mahasiswa dilatih menjadi kader pembangunan yang memiliki wawasan komprehensif, kreatif dan inovatif sehingga dapat berkontribusi positif dalam pembangunan sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki dan digelutinya.

Sebenarnya jika berbicara tentang salah satu implementasi dari poin Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya unsur pengabdian kepada masyarakat ini, Aceh beruntung punya sosok panutan dalam ber- KKN, ia bernama Ir M Kasim Arifin (KA).

Kisah inspirasi KA membangun desa tertinggal, terpencil dan terisolir banyak dicatat dengan tinta emas.

Antara lain guratan pena yang mengabadikan kisah heroik putra kelahiran Langsa ini adalah buku karya Hanna Rambe berjudul “Seorang Lelaki di Waimital” dan puisi pujangga ternama Taufiq Ismail bertajuk “Syair Untuk Seorang Petani dari Waimital, Pulau Seram, Yang Hari Ini Pulang ke Almamaternya”.

Dari karya-karya yang lahir atas dasar kekaguman terhadap pengabdian seorang KA ini akhirnya banyak diulas kembali dalam bentuk artikel dan kolom berita di berbagai media massa.

Meskipun kisah KKN KA di desa Waimital, Pulau Seram Maluku ini tidak seviral kisah KKN Desa Penari di dalam film, namun kemampuan KA mewakafkan 15 tahun umurnya dalam mengabdi telah menjadi simbol kerelawanan, kegigihan dan keikhlasan.

Walaupun kisah KKN terlama ini tidak tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), tetapi model karya nyata KA ini wajib diabadikan dalam materi kurikulum pembekalan KKN.

Pada tahun 1964 di zaman KA sebagai mahasiswa, mata kuliah KKN dikenal dengan sebutan Program Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM).

Barangkali ada baiknya istilah ini juga di-reuse agar kegiatan suci mahasiswa tidak lagi dikait-kaitkan dengan penyakit bangsa yang akut itu.

Istilah PTM pun terdengar lebih berenergi, mengandung makna vitalitas dan totalitas di dalamnya.

Tugas KKN dari kampusnya Institut Pertanian Bogor (IPB) diisi KA bersama tim dengan memperkenalkan dan mengampanyekan konsep pembangunan pertanian “Panca Usaha Tani” kepada masyarakat setempat.

Pada masa itu pemerintah Orde Baru sedang giat-giatnya memacu konsep ketahanan pangan (food security).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved