Opini

Faedah Ganja Kapan Bisa Dinikmati

Sangat banyak negara di dunia, sudah melegalkan ganja, seiring policy Komisi Obat dan Narkotika (CND) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
KAMAL FARZA, Pegiat Hak Asasi Manusia dan Pengacara Senior IMF Lawfirm 

OLEH KAMAL FARZA, Pegiat Hak Asasi Manusia dan Pengacara Senior IMF Lawfirm

GANJA adalah tanaman ilegal dikonsumsi bebas di Indonesia.

Tetapi sangat banyak negara di dunia, sudah melegalkan ganja, seiring policy Komisi Obat dan Narkotika (CND) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memindahkan ganja dari Golongan VI ke Golongan I.

Artinya, ganja dihapus dari daftar sebagai obat paling berbahaya, menjadi tanaman yang memiliki nilai untuk bahan pengobatan.

Sejarah ganja di Indonesia, mulai dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan tekstil karena seratnya sangat kuat.

Biji ganja juga berguna sebagai sumber minyak, dan di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan sering dijadikan sebagai bumbu penyedap untuk melunakkan daging dan membuat rasa makanan lebih maknyus.

Dalam perkembangannya, di Indonesia, ganja masuk dalam kelompok obat berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian.

Kepmentan tersebut mengatur, ganja adalah komoditas binaan pertanian, masuk dalam daftar tanaman obat.

Kepmentan tersebut sayangnya raib, dikaji ulang, dan ganja komoditas binaan pertanian, hilang dari list tanaman obat Kepmentan 104/2020 itu.

Faedah bagi kesehatan Ganja banyak sekali faedahnya, jika kita gali dalam konteks untuk kesehatan.

Baca juga: Soal Menjadikan Ganja Komiditas Ekspor, Rafli Diminta Jangan Bikin Pernyataan yang Banyak Mudarat

Baca juga: Thailand Resmi Legalkan Penanaman dan Konsumsi Ganja, Pembeli Makanan dan Minuman Ganja Membeludak

Portal healtheuropa.eu, sebagaimana dikutip merdeka.com menjelaskan ganja bisa meredakan nyeri kronis.

Ganja mengandung cannabidiol (CBD) dan tetrahydrocannabinol (THC) membuat otak berfungsi lebih baik.

Ganja juga meningkatkan kapasitas paru-paru.

Penelitian Journal of American Medical Association menyatakan, ganja membantu meningkatkan kapasitas paru-paru daripada membahayakannya.

Ganja juga berfaedah melawan kanker, mampu memperbaiki tulang, menyembuhkan patah tulang, dan mempercepat proses penyembuhan, dan membuat tulang lebih sulit patah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved