Sabtu, 2 Mei 2026

Opini

Faedah Ganja Kapan Bisa Dinikmati

Sangat banyak negara di dunia, sudah melegalkan ganja, seiring policy Komisi Obat dan Narkotika (CND) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
KAMAL FARZA, Pegiat Hak Asasi Manusia dan Pengacara Senior IMF Lawfirm 

Ganja juga bisa mengatur dan mencegah diabetes.

Ganja bisa menstabilkan gula darah, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah.

Ganja juga berfaedah membantu menurunkan berat badan, mengobati depresi, dan kecemasan.

Ganja juga berguna bagi pengobatan autism serta mengatur kejang, perawatan glaucoma, dan alzheimer.

Bagi penderita ADHD dan GPP, ganja membantu fokus dan alternatif lebih aman untuk Adderall dan Ritalin.

Krim ganja juga mampu mengatasi rasa sakit artritis.

Membantu penderita gangguan stres pasca-trauma (PTSD), juga mengurangi efek samping hepatitis C dan meningkatkan efektivitas pengobatan.

Orang dengan penyakit Crohn atau kolitis ulserativa juga terbantu dengan ganja, meningkatkan respons kekebalan sekaligus berperan penting untuk usus, mengatasi akibat parkinson, sekaligus membantu meningkatkan kualitas tidur.

Peneliti dari Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Musri Musman, mengatakan Cannabidiol (CBD) dalam ekstrak ganja berpotensi menangkal virus Corona, pneumonia atau radang paru.

Ekstrak CBD juga berguna untuk penyakit asma dan herpes.

Legalkan ganja Negara-negara Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Ceko, Estonia, Prancis, Yunani, Hungaria Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Belanda, Norwegia, Polandia, Rumania, Swedia, Spanyol, Slovenia, Swiss, Ukraina, Inggris, Uruguay, Israel, Turki, Australia dan Selandia Baru adalah yang melegalkan ganja, sebagaimana diberitakan KOMPAS.

Sedangkan negara-negara yang ganjanya legal tapi harus dengan resep dokter adalah Austria, Belgia, Finlandia, Jerman, Malta, Portugal, Argentina, Brasil, Chile, Kolombia, Ekuador, Peru, Paraguay, Meksiko, Afrika Selatan, Zimbagwe, dan Leshoto.

Thailand menjadi negara Asia pertama melegalkan penanaman ganja dan mengonsumsinya sebagai minuman dan makanan, tapi masih melarang mengisap ganja.

Tujuannya, meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata.

Para pendukung ganja di sana menyambut baik reformasi ini.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved