Jurnalisme Warga
Etos Kerja di Kalangan Masyarakat Aceh
Etos berarti sikap, kehendak, kebiasaan, watak, cara berbuat, dan perhatian. Jadi, etos adalah suatu karakter yang sudah mendarah daging
Dalam hal ini, campur tangan pemerintah sangatlah menentukan tercapainya keberhasilan yang didambakan, yaitu terwujudnya etos kerja positif, yakni watak rajin bagi massa rakyat.
Oleh karena itu pula pemimpin yang prorakyat selalu didambakan sepanjang sejarah umat manusia.
Berlandaskan iman
Kesadaran kerja ini berlandaskan iman yang berkeyakinan bahwa Allah Swt telah menaburkan rezeki untuk segenap makhluk-Nya di muka bumi.
Kewajiban manusialah berusaha dan berikhtiar untuk mendapatkannya.
Bila mendambakan keberhasilan, berusahalah sekuat tenaga, peras keringat, banting tulang, sebab tak sesuatu pun bisa diperoleh secara gratis.
Berdiam diri atau “duek teuseupok meulhok ngon jaroe” atau pun “lale tumpang keueng” (duduk berpangku tangan atau menopang dagu).
“Meugrak jaroe meu ek gigoe” (singsingkan lengan, dapat makan).
“Rezeki ngon tagagah, tuah ngon tamita.
Tuah meubagi-bagi raseuki meujeumba-jeumba” (Rezeki harus diusahakan, keberuntungan tuah, mesti dicari.
Pada keberuntungan takdir Tuhanlah yang menentukan, begitu pula dengan hal rezeki).
Pepatah Aceh di atas menekankan bahwa dalam soal beruntung atau malang nasib insan di dunia, takdir Tuhan jua yang berperan.
Ini pernyataan iman dan sangat penting untuk mencegah rasa putus asa, akibat kecewa jika ditimpa kerugian, kemalangan, atau musibah tak terduga dalam kegiatan berusaha.
Semangat hidup
Rangsangan utama yang menggairahkan orang mencari nafkah adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/TASAKTI-peminat-manuskrip-dan-sastra-Aceh-melaporkan-dari-Banda-Aceh.jpg)