Jumat, 8 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Etos Kerja di Kalangan Masyarakat Aceh

Etos berarti sikap, kehendak, kebiasaan, watak, cara berbuat, dan perhatian. Jadi, etos adalah suatu karakter yang sudah mendarah daging

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
T.A.SAKTI, peminat manuskrip dan sastra Aceh, melaporkan dari Bale Tambeh, Tanjung Selamat, Aceh Besar 

Selain faktor pemenuhan kebutuhan hidup, banyak pula faktor lainnya yang ikut menggairahkan giatnya orang mencari materi.

Dorongan agama, pengaruh lingkungan, dan pandangan masyarakat termasuk perangsang-perangsang yang menentukan.

Malah dalam “mutiara kata” lebih seram dinyatakan: segala urusan tergantung uang.

Meunye hana peng di dalam jaroe, seupot lam nanggroe peungeuh lam rimba.

(Bila tak ada uang di tangan, gelap dalam negeri, terang benderang dalam rimba).

Atau peribahasa “Gaseh leumo naleueng, gaseh ureueng keu atra” (Kasih lembu pada rumput, kasih orang pada harta).

Inilah pemicu merantaunya orang Aceh, terutama orang Pidie dan Aceh Besar, menuju hutan rimba untuk menanam lada.

Pada abad 17-18 mereka merantau ke bagian barat-selatan Aceh.

Hal ini tergambar dalam Hikayat Ranto tulisan Leube Isa atau Leube Bambi asal Pidie.

Sementara pada abad ke-19 orang Pidie merantau ke Aceh bagian timur.

Kisah ini tercatat dalam disertasi berjudul “Seuneubok Lada, Uleebalang dan Kumpeni”, karya Dr Muhammad Gade Ismail MA.

Istilah “Jak u Timu”(berangkat ke timur) masih terdengar sewaktu saya masih kecil di awal tahun 1960-an.

Pemalas bagaikan sampah

Sikap budaya Aceh pada dasarnya benci kepada orang malas.

Sebaliknya, sangat menghargai orang-orang yang rajin bekerja.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved