Opini
MTQ dan Spirit Pembangunan
SALAH satu upaya untuk mendalami arti, makna dan kandungan alquran adalah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
Berbicara soal peradaban maka tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia, sementara itu, kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh tingkat pendidikan yang berakhlak.
Karena walaupun tingginya pendidikan belum ada jaminan akan tingginya kualitas peradaban.
Namun tentunya pendidikan tersebut harus dibangun di atas fondasi yang nilai moral sebagaimana spirit pendidikan dalam alquran, pendidikan karakter atau akhlak akan mampu menggerakkan roda peradaban bangsa.
Spirit tersebut merupakan amanah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang secara jelas membentangkan peta jalan pendidikan di Indonesia yang bertujuan membentuk manusia beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.
Karena sejatinya pendidikan tidak semata bertumpu pada akademik, tetapi diselaraskan dengan kemampuan literasi dan pembangunan karakter sehingga memiliki pengetahuan dan budaya, serta akhlak yang baik.
Sejalan dengan itu, perhelatan MTQ di Indonesia sudah menjadi tradisi.
Jenjang pelaksanaan MTQ tersebut merupakan hirarki dari pembinaan, sehingga akan muncul kaderisasi dan generasi yang memiliki kualitas dalam bidangnya.
Oleh sebab itu, melalui MTQ Aceh ke-35 dapat menumbuhkan spirit dan energi bagi masyarakat di Aceh untuk membumikan Alquran dalam dunia nyata.
Di samping itu juga, melalui MTQ kali ini dapat melahirkan generasi yang mempunyai kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial, dan kecerdasan moral sebagai modal untuk membangun bangsa khususnya Aceh yang saat ini kita sedang melaksanakan syariat Islam secara kaffah.
Intensitas pembinaan Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap event perlombaan pasti ada kalah menang, dan setiap orang yang mengikutinya pasti berharap kemenangan.
Demikian juga dalam perhelatan MTQ pada semua tingkatannya.
Dalam rentang waktu 10 tahun terakhir yakni 2012-2021, prestasi kafilah Aceh di tingkat nasional mengalami fluktuatif baik pada MTQN maupun STQN, misalnya antara tahun 2012 – 2015 kafilah Aceh belum masuk pada peringkat 10 besar nasional, prestasi tertinggi hanya pada peringkat 11 nasional.
Namun tahun 2016 – 2019 kafilah Aceh mulai masuk meraih 10 besar nasional, yakni pada MTQN tahun 2016 peringkat ke-9, STQN tahun 2017 peringkat ke-7, MTQN tahun 2018 peringkat ke-7 dan pada STQN tahun 2019 peringkat ke- 6.
Tahun 2020 dan 2021 merupakan realitas memilukan bagi kafilah Aceh, betapa tidak, prestasi yang sebelumnya hampir mendekati lima besar nasional mengalami penurunan yang tajam hingga pada posisi ke-22 nasional di MTQN tahun 2020.
Terakhir tahun 2021 lalu pada STQ Nasional di Maluku Utara, prestasi kafilah Aceh hanya mampu naik pada peringkat 12 nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/musliadi-s-sos-i-ma-ketua-pwpm-aceh-dan-asn-pada-dinas-syariat-islam-aceh.jpg)