Pengakuan Pekerja Bengkel yang Rudapaksa dan Bunuh Siswi SMP, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis
Disaat korban pingsan inilah kemudian pelaku melakukan perbuatan bejatnya memerkosa korban yang sedang pingsan.
Disini pelaku menanyakan tujuan korban yakni ke lapangan golf tak jauh dari lokasi.
Selanjutnya pelaku mengajak korban berboncengan menggunakan sepeda motornya dan menuju ke lapangan golf.
Disini pelaku merayu korban hingga akhirnya keduanya bercumbu.
Disaat memadu kasih ternyata pelaku mencoba membuka kancing baju korban namun ditolak.
Akhirnya korban menggigit bibir pelaku dan pelaku yang emosi langsung memukul korban menggunakan tangan hingga pingsan.
Disaat korban pingsan inilah kemudian pelaku melakukan perbuatan bejatnya memerkosa korban yang sedang pingsan.
Tak lama berselang ternyata korban sadar lalu menangis karena mengetahui telah dirudapaksa pelaku.
Panik melihat AS menangis lalu pelaku memukul korban untuk yang kedua kalinya menggunakan tangan hingga pingsan lalu melakukan perbuatan bejatnya.
Usai merudapaksa korban kedua kalinya la pelaku menghantam kepala korban menggunakan batu ke kening, kepala dan leher.
Pelaku mengaku takut korban segera sadar makanya membunuh AS yang masih pingsan.
"Kemudian ia memasukkan seragam korban, jilbab dan ikat rambut ke dalam tas milik korban kemudian ia membuang tas tersebut parit tidak jauh dari lokasi," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Selasa (28/6/2022).
Setelah melakukan perbuatan kejinya pelaku pulang kemudian membuang pakaian yang digunakan ke sungai
babalan pada malam harinya.
Hadi mengatakan pelaku ditangkap di sebuah bengkel sepeda motor tempatnya bekerja.
Polisi turut mengamankan barang bukti berupa pecahan batu sebanyak 5 buah, sepatu sekolah, kaos kaki, pakaian dalam korban, ikat pinggang, jilbab warna putih, ikat rambut warna hitam, sepasang sendal, celana hitam milik pelaku dan sepeda motor revo warna biru dengan nopol BK 6607 LL.
"Sebagaimana dimaksud dalam 338 KUHPidana Subs Pasal Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana Jo Pasal 81 Ayat (1) Undang - Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang - undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang - undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang - undang," pungkasnya.