Breaking News:

Internasional

Menteri Luar Negeri Rusia Kunjungi Vietnam dan Mongolia Jelang Pertemuan Menlu G20 di Indonesia

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengunjungi Vietnam pada Rabu (6/7/2022).

Editor: M Nur Pakar
AP/Bui Lam Khanh/VNA
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov (kiri) dan Menlu Vietnam Bui Thanh Son bersalaman di Hanoi, Vietnam, Rabu (6/7/2022). 

SERAMBINEWS.COM, HANOI - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengunjungi Vietnam pada Rabu (6/7/2022).

Hal itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan hubungan dengan negara yang tidak secara terbuka mengutuk invasinya ke Ukraina.

Lavrov, dalam perjalanannya ke pulau Bali di Indonesia untuk pertemuan para menteri luar negeri G20, berusaha memperkuat hubungan dengan Vietnam, yang juga memiliki hubungan kuat dengan Amerika Serikat.

Lavrov saat ini sedang dalam perjalanan ke Asia untuk mencari dukungan di tengah isolasi diplomatik negaranya oleh Barat dan menghukum sanksi atas invasinya ke Ukraina.

Dia telah mengunjungi Mongolia sehari sebelum tiba di ibu kota Vietnam, Hanoi.

Mongolia juga mempertahankan hubungan dengan Moskow tetapi memiliki hubungan yang berkembang dengan Washington.

Baca juga: Arab Saudi Bantu Warga Terkena Dampak Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Dampak Perang Ukraina-Rusia

Kunjungan tersebut dilakukan saat kedua negara menandai 10 tahun sejak memperluas hubungan mereka ke kemitraan strategis.

Uni Soviet menjadi pendukung dekat pemerintah Komunis Hanoi selama Perang Vietnam melawan selatan kapitalis dan Amerika dan sekutu Barat lainnya.

Lavrov dijadwalkan berangkat dari Vietnam pada Rabu (6/7/2022) sore dan melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri G-20.

Sebelumnya, Sergei Lavrov bertemu dengan para pemimpin di Mongolia pada Selasa (5/7/2022) selama perjalanan ke Asia.

Lavrov bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mongolia Battsetseg Batmunkh dan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Ukhnaagiin Khurelsukh, media pemerintah Mongolia melaporkan.

Baca juga: Jika Sanksi AS dan Eropa ke Rusia Berlanjut, Harga Minyak Bakal Meroket Sampai Rp 35 Ribu Per Liter

Mongolia merupakan negara yang terkurung daratan yang terjepit di antara Rusia dan China.

Mongoiia telah berusaha mempertahankan hubungan persahabatan dengan kedua tetangga.

Sementara juga memupuk hubungan dekat dengan AS, yang hubungannya dengan Moskow dan Beijing menjadi semakin rumit.

Media pemerintah Mongolia dan Rusia tidak memberikan rincian diskusi khusus tentang konflik Ukraina, kecuali menekankan hubungan bilateral yang kuat.

Kedua belah pihak telah menandatangani serangkaian perjanjian perdagangan, dan pipa yang membawa gas alam Rusia ke China sedang dibangun melalui wilayah Mongolia.

Baca juga: Harga Emas Turun, Rusia Turunkan Pajak Ekspor Gandum, Indonesia Naikkan Kuota Ekspor Minyak Sawit

Penolakan Ukraina dan Rusia terhadap kritik Barat adalah tema utama komentar publik Lavrov.

Dia dikutip oleh kantor berita negara Rusia Tass mengatakan Barat sedang berusaha mengubah Ukraina menjadi negara Russophobic, neo-Nazi, yang akan mengancam keamanan Rusia.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved