Kupi Beungoh
Amalan-Amalan Sepuluh Hari Awal Dzulhijjah
Di antara amal shalih yang disyariatkan dan dianjurkan pada sepuluh hari awal Dzulhijjah yaitu.. Simak penjelasannya berikut ini.
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah., “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [Al-Baqarah: 185].
Imam Al-Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya.
Keempat; Taubat serta meninggalkan segala maksiat dan dosa sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat.
Allah berfirman, "Dan segeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwa." [Ali 'Imran: 133].
Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah ta'ala, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah ta'ala kepadanya.
Baca juga: Amalan Bulan Zulhijjah, Keutamaan: Dosa-dosanya Diampuni hingga Dibukakan 30 Pintu Kemudahan
Kelima; Memperbanyak amal shalih seperti: shalat sunnat, sedekah, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar, menoling orang lain, dan lain sebagainya.
Sebab, amalan-amalan tersebut pada hari-hari ini dilipat gandakan pahalanya.
Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya yakni mati syahid.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada hari-hari di mana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (awal Dzulhijjah).
Mereka (para sahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?". Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)." (HR. Al-Bukhari, At-Tirmizi, Ibnu Majah dan Abu Daud).
Keenam; Berkurban pada Hari Raya kurban dan hari-hari Tasyriq.
Kurban merupakan sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, yakni ketika beliau melaksanakan perintah Allah ta'ala untuk menyembelih putranya Ismail yang masih kecil, lalu Allah ta'ala menggantikannya dengan sembelihan yang agung berupa seekor domba pada saat ia hendak menyembelihnya.
Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an dalam surat Ash-Shaffat ayat 102-107.
Sunnah Nabi Ibrahim ini dilanjutkan oleh Nabi Muhammad shallahu 'alaihi wa sallam sehingga ibadah kurban ini menjadi syariat dan syiar Islam yang terus diamalkan sampai hari Kiamat.
Allah ta'ala dan Rasul-Nya shallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan umat Islam untuk berkurban. Allah ta'ala firman-Nya: "Maka shalatlah karena Rabb-mu dan berkurbanlah." (Al-Kautsar: 2).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ustaz-yusran-soal-haji-mabrur.jpg)