Kupi Beungoh
Amalan-Amalan Sepuluh Hari Awal Dzulhijjah
Di antara amal shalih yang disyariatkan dan dianjurkan pada sepuluh hari awal Dzulhijjah yaitu.. Simak penjelasannya berikut ini.
Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA.
SERAMBINEWS.COM - Hari-hari sepuluh awal Dzhulhijjah mulai tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah merupakan hari-hari paling agung dan paling utama serta paling dicintai oleh Allah ta'ala.
Oleh karena itu, pada hari-hari ini kita dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih.
Amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini dilipat gandakan pahalanya dan menjadi amalan paling utama serta paling dicintai oleh Allah sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits shahih.
Inilah keutanaan amal shalih pada hari-hari ini. Maka, perbanyaklah amal shalih pada hari-hari ini.
Baca juga: Keutamaan Sepuluh Hari Awal Dzulhijjah
Di antara amal shalih yang disyariatkan dan dianjurkan pada sepuluh hari awal Dzulhijjah yaitu:
Pertama; Melaksanakan ibadah haji dan Umrah. Amalan ini merupakan amalan yang paling utama, berdasarkan hadits-hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu "anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umrah ke umrah (berikutnya) menghapus (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga“. (Muttafaqun 'alaih).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah shallahu 'alaihi wa salam pernah ditanya, "Amalan apa yang paling utama?". Beliau menjawab, "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Lalu ditanya lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Jihad fi sabilillah." Lalu ditanya lagi, "Kemudian apa?". Beliau menjawab, "Haji yang mabrur." (HR. Al-Bukhari).
Kedua; Berpuasa sembilan hari dari hari-hari tersebut mulai dari tangal 1 sampai 9 Dzulhijjah, atau pada sebagiannya, terutama pada hari Arafah.
Dari Huwaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebahagian istri Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Nabi shallahu 'alaihi wa sallam berpuasa di sembilan hari (awal) dari bulan Dzulhijjah, hari 'Asyura, dan tiga hari setiap bulan yaitu awal Senin dan dua Kamis." (HR. An-Nasa'i dan Abu Daud)".
Dari Hafsah radhiyallahu 'anha ia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu puasa 'Asyura, sembilan hari (awal) bulan Dzulhijjah, tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum shubuh" (HR. Ahmad dan An-Nasa'i).
Tidak diragukan lagi bahwa puasa adalah amalan yang paling utama, karena yang dipilih Allah ta'ala untuk diri-Nya.
Disebutkan dalam hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Allah ta'ala berfirman, "Setiap amalan manusia itu untuknya kecuali puasa, karena puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku“. (HR. Al-Bukhari, Musliim, At-Tirmizi, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad)."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ustaz-yusran-soal-haji-mabrur.jpg)